Wakil Ketua Banggar tuding Wa Ode berbohong
Selasa, 11 September 2012 - 10:52 WIB
Wakil Ketua Banggar tuding Wa Ode berbohong
A
A
A
Sindonews.com - Keterangan tersangka kasus korupsi Dana Percepatan infrastruktur daerah (DPID) Wa Ode Nurhayati yang menyeret sejumlah nama politikus Senayan yang duduk di Badan Anggaran dianggap bohong.
Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI Olly Dondokambey menuding pernyataan Wa Ode Nurhayati yang menyatakan para pimpinan Badan Anggaran mempunyai keterlibatan dalam kasus DPID adalah bohong belaka.
Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut pun menegaskan bahwa dirinya tidak tahu mengenai kasus tersebut.
“Tanya saja sama Wa Ode. Dia itu bohong selama ini,“ kata Olly sesaat sebelum menjalani pemeriksaan di KPK, Jakarta, Selasa 11/9/2012.
Olly juga membantah dirinya kenal dengan Fahd El Fouz, salah seorang tersangka lainnya dalam kasus tersebut yang sedang menjalani masa penahanan. “Mana saya tahu,“ kilahnya.
Olly juga nampak berusaha menutup nutupi keterlibatan salah seorang pengusaha lainnya yakni Harris Surahman. Dia pun hanya terus berkilah ketika ditanyai bagaimana peran Haris untuk menyambungkan proyek tersebut dengan para pimpinan Banggar. “Mana saya tahu,“ jawabnya.
Berdasarkan keterangan, pimpinan Banggar DPR dinilai yang mengatur soal daerah penerima DPID. Mereka dianggap turut menentukan besaran dana yang akan dikucurkan setiap daerah.
Bahkan dalam pertemuan tanggal 10 Oktober 2011 di Wisma Puncak, Bogor, Jawa Barat, Menteri Keuangan Agus Martowardjojo harus menerima usulan Banggar soal pengurangan jumlah daerah penerima, namun anggaran tetap Rp7,7 triliun itu.
Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI Olly Dondokambey menuding pernyataan Wa Ode Nurhayati yang menyatakan para pimpinan Badan Anggaran mempunyai keterlibatan dalam kasus DPID adalah bohong belaka.
Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut pun menegaskan bahwa dirinya tidak tahu mengenai kasus tersebut.
“Tanya saja sama Wa Ode. Dia itu bohong selama ini,“ kata Olly sesaat sebelum menjalani pemeriksaan di KPK, Jakarta, Selasa 11/9/2012.
Olly juga membantah dirinya kenal dengan Fahd El Fouz, salah seorang tersangka lainnya dalam kasus tersebut yang sedang menjalani masa penahanan. “Mana saya tahu,“ kilahnya.
Olly juga nampak berusaha menutup nutupi keterlibatan salah seorang pengusaha lainnya yakni Harris Surahman. Dia pun hanya terus berkilah ketika ditanyai bagaimana peran Haris untuk menyambungkan proyek tersebut dengan para pimpinan Banggar. “Mana saya tahu,“ jawabnya.
Berdasarkan keterangan, pimpinan Banggar DPR dinilai yang mengatur soal daerah penerima DPID. Mereka dianggap turut menentukan besaran dana yang akan dikucurkan setiap daerah.
Bahkan dalam pertemuan tanggal 10 Oktober 2011 di Wisma Puncak, Bogor, Jawa Barat, Menteri Keuangan Agus Martowardjojo harus menerima usulan Banggar soal pengurangan jumlah daerah penerima, namun anggaran tetap Rp7,7 triliun itu.
(ysw)