Mirwan Amir juga ngaku tak kenal Fahd
Selasa, 11 September 2012 - 10:36 WIB
Mirwan Amir juga ngaku tak kenal Fahd
A
A
A
Sindonews.com - Kasus korupsi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID), menyeret sejumlah nama politikus yang duduk di Senayan. Namun, sejumlah anggota legislatif yang dimintai keterangan di KPK selalu satu suara, tak kenal dengan tersangka.
Mantan pimpinan Badan Anggaran Mirwan Amir yang hari ini memenuhi panggilan penyidik KPK untuk memberikan kesaksian terkait kasus Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) juga memberi kesaksian yang sama.
"Saya tidak kenal Fadh," katanya sesaat menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Selasa (11/9/2012).
Mirwan sendiri diketahui tiba sekitar pukul 09.43 ke gedung KPK mengenakan pakaian safari berwarna coklat. Sementara itu ketika ditanyai mengenai kasus yang telah menjerat Fahd El Fouz sebagai tersangka, Mirwan membantah dianggap mengetahui permasalahan tersebut.
“Saya dipanggil untuk menjadi saksi atas tersangka Fahd sama seperti pimpinan yang lain,“ kata Mirwan.
Mirwan juga membantah jika dikatakan dirinya dianggap saling kenal dan bahkan pernah mempunyai urusan dengan Fahd.
Diketahui, nama Mirwan Amir dan Tamsil Linrung disebut-sebut terlibat dalam proyek tersebut. Kedua legislator Senayan itu ikut dilibatkan mengurus alokasi dana penyesuaian infrastruktur daerah (DPID) untuk Kabupaten Nangroe Aceh Darussalam.
Dalam persidangan beberapa waktu lalu, Fahd mengatakan kalau untuk Aceh Besar dan Bener Meriah yang urus orang Demokrat Mirwan Amir. Kalau untuk Pidie Jaya yang urus PKS, Tamsil Linrung.
Menurut Fadh, hal tersebut diketahui dari Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bener Meriah, Armaida.
Sayangnya Fadh tak mengungkapkan secara rinci sepak terjang politisi PKS dan Demokrat tersebut. Yang jelas, kata Fadh, saat dirinya menayakan lebih jauh soal daerah tersebut, pihak daerah tersebut justru memarahinya.
Mantan pimpinan Badan Anggaran Mirwan Amir yang hari ini memenuhi panggilan penyidik KPK untuk memberikan kesaksian terkait kasus Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) juga memberi kesaksian yang sama.
"Saya tidak kenal Fadh," katanya sesaat menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Selasa (11/9/2012).
Mirwan sendiri diketahui tiba sekitar pukul 09.43 ke gedung KPK mengenakan pakaian safari berwarna coklat. Sementara itu ketika ditanyai mengenai kasus yang telah menjerat Fahd El Fouz sebagai tersangka, Mirwan membantah dianggap mengetahui permasalahan tersebut.
“Saya dipanggil untuk menjadi saksi atas tersangka Fahd sama seperti pimpinan yang lain,“ kata Mirwan.
Mirwan juga membantah jika dikatakan dirinya dianggap saling kenal dan bahkan pernah mempunyai urusan dengan Fahd.
Diketahui, nama Mirwan Amir dan Tamsil Linrung disebut-sebut terlibat dalam proyek tersebut. Kedua legislator Senayan itu ikut dilibatkan mengurus alokasi dana penyesuaian infrastruktur daerah (DPID) untuk Kabupaten Nangroe Aceh Darussalam.
Dalam persidangan beberapa waktu lalu, Fahd mengatakan kalau untuk Aceh Besar dan Bener Meriah yang urus orang Demokrat Mirwan Amir. Kalau untuk Pidie Jaya yang urus PKS, Tamsil Linrung.
Menurut Fadh, hal tersebut diketahui dari Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bener Meriah, Armaida.
Sayangnya Fadh tak mengungkapkan secara rinci sepak terjang politisi PKS dan Demokrat tersebut. Yang jelas, kata Fadh, saat dirinya menayakan lebih jauh soal daerah tersebut, pihak daerah tersebut justru memarahinya.
(ysw)