Parpol Islam bisa adu figur kandidat

Jum'at, 07 September 2012 - 09:42 WIB
Parpol Islam bisa adu...
Parpol Islam bisa adu figur kandidat
A A A
Sindonews.com - Peluang empat partai politik (parpol) berbasis Islam untuk membentuk barisan koalisi dalam menentukan pasangan capres-cawapres pada 2014, dinilai masih terbuka.

Syaratnya, parpol-parpol itu mau membuat konvensi bersama untuk mengadu figur yang akan diusung oleh masing- masing partai.

“Sudah saatnya partai-partai seperti PPP,PAN, PKB, dan PKS menjadi satu kekuatan politik baru dalam Pilpres 2014 dengan mengusung capres-cawapres bersama,” tandas Wakil Sekjen DPP PKS Mahfudz Siddiq di Jakarta kemarin.

Menurut dia, ada dua alasan penting bagi keempat partai itu untuk kompak dalam pilpres.

Pertama, Pilpres 2014 adalah momentum regenerasi kepemimpinan nasional yang terbuka bagi tokoh-tokoh politik baru.

Kedua, dalam beberapa pilpres sebelumnya, partai-partai Islam yang berada di papan tengah selalu digandeng parpol papan atas dan berfungsi sebagai pendorong utama.
“Ide ini sangat penting dan mungkin untuk didiskusikan bersama antarpimpinan partai- partai tersebut,” ungkapnya.

Mengenai nama yang bakal diusung, Mahfudz mengatakan tidak perlu ditonjolkan terlebih dulu. Yang terpenting, ada pembicaraan bersama agar ada persamaan persepsi untuk melihat kepentingan Indonesia ke depan.

“Soal nama atau orang, itu urusan belakangan. Idenya dulu didiskusikan bersama,” tandas Wakil Ketua Komisi I DPR itu. Senada diungkapkan Wakil Ketua DPP PKS Bidang Politik Agus Poernomo.

Menurut dia, wacana itu sangat mungkin diwujudkan. “Tinggal cari momentumnya, karena semua ketua partai berpeluang,” kata Agus.

Seperti diketahui, saat ini keempat parpol berbasis Islam sudah mulai memunculkan nama yang digadang-gadangi untuk diusung dalam Pilpres 2014. Nama-nama yang sudah muncul dari keempat partai itu meliputi Jusuf Kalla dan Suryadharma Ali yang dimunculkan oleh PPP, Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa yang juga telah ditetapkan oleh partainya, kemudian PKB yang juga telah menggadang nama Ketua MK Mahfud MD, dan PKS mulai memunculkan presidennya, Luthfi Hasan Ishaaq dan Anis Matta.

Dari nama-nama itu, ada pemikiran agar mereka menggelar konvensi bersama untuk tentukan capres dengan mengadu kefiguran dan elektabilitas masing-masing yang ditawarkan.

Ketua DPP PPP Arwani Thomafi mengatakan masing-masing parpol memang memiliki mekanisme internal untuk memutuskan capres dan cawapres yang akan diusung. Namun, bisa saja beberapa parpol mulai melakukan pembicaraan bersama.

“Saya pikir ini bisa menjadi opsi untuk dibicarakan,” katanya.

Politikus PAN Teguh Juwarno mengatakan, gagasan tersebut ideal namun masih sulit diwujudkan.

“Gagasan yang menarik soal konvensi partai berbasis Islam. Tapi menurut saya, jauh lebih efektif dengan pendekatan informal untuk membangun kesepahaman itu,” katanya.
Analis politik Charta Politika Arya Fernandes menilai sulit merealisasikan gagasan itu, sebab secara historis susah menyatukan partai Islam dalam satu perahu.

“Perbedaan platform, agenda, dan cita-cita politik menyebabkan partai Islam susah untuk menggelar konvensi bersama menjaring capres. Dulu awalnya kekuatan politik Islam berada di Masyumi, kemudian NU memilih keluar,” ungkapnya.

Alasan kedua, partai Islam mulai sadar bahwa isu agama tidak menjadi daya tarik utama yang dapat memengaruhi pilihan publik dalam pemilu. Karena itu, memilih membangun konvensi bersama justru akan menguntungkan partai berbasis nasionalis.

“Ide konvensi partai Islam tidak menguntungkan secara elektoral, karena ide tersebut rentan dikritik dan dianggap tidak mewakili kemajemukan NKRI,” tandasnya.

Sementara itu, rencana PKS mengusung Luthfi HasanIshaaq masih menjadi perdebatan di internal partai tersebut. Hingga kini, PKS masih belum secara resmi menunjuk nama untuk diajukan sebagai capres.

Ketua DPP PKS Nasir Djamil mengatakan, pencalonan presiden di partainya tetap harus menempuh mekanisme internal melalui keputusan Majelis Syura PKS. Di samping itu, PKS juga harus mempertimbangkan usulan daerah dalam mengusung calon.

“Namun, peluang Pak Luthfi untuk dicalonkan juga tetap dibicarakan. Pencapresan bisa saja mendongkrak suara PKS dengan mengusung Pak Luthfi. Saya kira peluangnya juga akan bagus,” paparnya.

Dia mengakui PKS memang mempersiapkan beberapa pimpinan nasional untuk diusung menjadi capres, seperti Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKS Anis Matta. Hal ini dipertimbangkan karena PKS masih realistis.

PKS akan mencalonkan figur yang memang mumpuni untuk dicalonkan. Untuk masalah popularitas figur, Nasir mengatakan bahwa PKS memiliki siasat tersendiri untuk mendongkraknya.

Dia mencontohkan, ketika PKS mendongkrak figur mantan Wakapolri Adang Daradjatun saat menjadi calon Gubernur DKI Jakarta.

“Popularitas itu bisa di-setting. Yang penting, PKS memiliki kepercayaan diri dari internal bahwa kader internal punya potensi untuk diusung menjadi capres. Termasuk Pak Luthfi dan Pak Anis, bisa saja masuk dalam bursa capres PKS,”paparnya.

Ketua DPP PKS Aboe Bakar Alhabsyi mengutarakan, pencalonan Luthfi sebagai presiden masih bersifat wacana di tingkat masing-masing kader. Menurut dia, pencalonan resmi itu tidak datang dari individu PKS.

Meski demikian, dia mengaku suara arus bawah PKS untuk mengajukan Luthfi sebagai capres memang ada. Namun, Aboe menyatakan usulan arus bawah itu sebetulnya tidak diarahkan kepada satu nama figur tertentu.

“Itu masih celetukan saja. Belum resmi. Kalau resmi datangnya tidak datang dari individu.Arus bawah pasti ada. Tapi keputusannya tetap ada di Majelis Syura. Elektabilitas Pak Luthfi memang paling besar. Tapi hitung-hitungan politik di pemilu legislatif (pileg) masih akan jadi pertimbangan. Jadi, deklarasi mungkin setelah pileg,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PKS Syahfan Badri menilai Presiden DPP PKS Luthfi Hasan Ishaaq merupakan sosok yang paling mumpuni untuk diusung sebagai capres lantaran kedudukannya sebagai pimpinan tertinggi partai.
(lns)
Berita Terkait
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Moderator Debat Capres...
Moderator Debat Capres 2014 Zainal Arifin Mochtar: 2024 Harus Menarik, Bukan Hanya Nanya dan Dijawab
Revisi UU Desa, Bacapres...
Revisi UU Desa, Bacapres Ganjar dan Puan Ungkap tentang Kesejahteraan
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Swiss vs Argentina:...
Swiss vs Argentina: Bayangan Hantu Trauma 2014
Rakernas PDIP Rekomendasikan...
Rakernas PDIP Rekomendasikan Perpanjangan Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun
Berita Terkini
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Dekopin Siap Kawal Amanat...
Dekopin Siap Kawal Amanat Presiden Prabowo Jadikan Koperasi Motor Utama Ekonomi Rakyat
9 Jam Diperiksa KPK,...
9 Jam Diperiksa KPK, Bobby Rizaldi Dukung Penegakan Hukum Kasus Muara Enim
Gus Lilur Usulkan Mahfud...
Gus Lilur Usulkan Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Masuk Kabinet Prabowo
Mendagri Paparkan Kinerja...
Mendagri Paparkan Kinerja Anggaran Kemendagri yang Tetap Optimal di Tengah Efisiensi
Ungkap Strategi Cegahan...
Ungkap Strategi Cegahan Korupsi di Daerah, Mendagri Tito: Kuncinya Penguatan Sistem dan Integritas
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved