Studi banding DPR dinilai tidak berlebihan

Kamis, 06 September 2012 - 02:37 WIB
Studi banding DPR dinilai...
Studi banding DPR dinilai tidak berlebihan
A A A
Sindonews.com - Kunjungan Badan Legislasi (Baleg) ke Turki dan Denmark dinilai bukanlah hal yang berlebihan, karena telah disetujui oleh pimpinan DPR sebagai rujukan pembuatan Rancangan Undang-Undang (RUU).

"Itu (studi banding) hanya berkaitan dengan pengembangan undang-undang, di luar itu sebenarnya banyak sekali yang tidak mendapatkan mendapatkan izin dari pimpinan DPR. Mengenai apakah ini sesuai aturan main jelas. Hal yang berkaitan dengan UU, yang bisa menjawab itu teman-teman yang berangkat, bukan pimpinan," kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung di Jakarta, Rabu (5/9/2012).

Seperti diketahui, kunjungan Baleg DPR ke Turki dan Denmark dilangsungkan sejak 3-7 September 2012. Kunjungan yang dibagi dalam dua rombongan itu menurut Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menelan anggaran hingga Rp1,3 miliar.

Kunjungan ke Denmark dipimpin oleh Wakil Ketua Baleg Dimyati Natakusuma dengan anggota Ignatius Mulyono, dan Zulmiar Yanri (Demokrat), Ade Surapriatna (Golkar), Irvansyah dan Hoing Sanny (PDIP), Bochori Yusuf (PKS), Mardani Ali Sera (PKS), Jamaluddin Jafar (PAN), M Unais Ali Hisam (PKB), dan Djamal Aziz (Hanura)

Sementara yang ke Turki dipimpin Wakil Ketua Baleg Sunardi Ayub dengan anggota Anna Mu'awanah (PKB), Hari Wicaksono dan Khotibul Umam (Demokrat), Nurliah Marlia Mukhtar Golkar dan Tety Kadi Bawono (Golkar), Eddy Mihati (PDIP), Aus Hidayat Nur (PKS), Rusli Ridwan (PAN), dan Zainut Tauhid (PPP).

Ketua Baleg DPR Ignatius Moelyono menjelaskan, perdebatan di Baleg memang cukup alot terkait lambang PMI yang akan digunakan. "Karena itu, ke sana kan untuk pemilihan lambang palang merah, karena perdebatan di Baleg tidak selesai. Ada yang minta lambang bulan sabit merah dan red cross, makanya kita mengecek ke negara asal lambang tersebut," ungkapnya.
(lil)
Berita Terkait
BAKN DPR RI Bahas Sistem...
BAKN DPR RI Bahas Sistem Pengawasan Keuangan Negara dengan BPK Kenya
Kunker di Luwu Raya,...
Kunker di Luwu Raya, Eva Stevany Resmikan ESR Community Sukamaju
Usai Proyek Gorden Dibatalkan,...
Usai Proyek Gorden Dibatalkan, Belasan Anggota DPR Pergi ke Turki
Usai Serap Aspirasi,...
Usai Serap Aspirasi, Ibas Borong Gerabah Tradisional Khas Pacitan
Kunjungan Kerja ke Kanwilkumham...
Kunjungan Kerja ke Kanwilkumham DKI, Mobil Anggota Komisi III DPR Dihadang Pendemo
Kasus Covid-19 Melonjak,...
Kasus Covid-19 Melonjak, Pimpinan DPR Minta Kegiatan Kunker Anggota Dewan Dihentikan
Berita Terkini
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Nanik S Deyang Ungkap...
Nanik S Deyang Ungkap Mayjen Trenggono Segera Mundur dari TNI usai Jadi Wakil Kepala BGN
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved