Pemilu 2014 momentum peremajaan Caleg

Rabu, 05 September 2012 - 06:48 WIB
Pemilu 2014 momentum...
Pemilu 2014 momentum peremajaan Caleg
A A A
Sindonews.com - Partai politik sebagai lembaga kaderisasi kepemimpinan nasional perlu segera memulai proses regenerasi dan pembeliaan bagi caloncalon anggota legislatif dalam Pemilu 2014 yang akan datang.

Parpol yang selama ini selalu mengklaim dirinya sebagai kekuatan pembangunan dan pembaruan, harus membuktikan dalam menciptakan kaderkader terbaiknya untuk masuk dalam pos strategis yang agar terlibat dalam pengambilan keputusan mengelola bangsa ini.

"Sebagai kekuatan maka parpol harus melakukan pembaruan kader-kadernya yang ditugaskan di legislatif, yaitu DPR, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota pada Pemilu 2014. Proses regenerasi dan pembeliaan ini dilakukan by system atau harus secara sistemis, yaitu dengan membuat ketentuan organisasi yang membatasi seseorang kader menjadi anggota DPR dalam periode tertentu," kata Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa 4 September 2012 kemarin.

Untuk bisa mewujudkan wacana itu, Hajriyanto mengusulkan masa-masa penyusunan caleg dalam Pemilu 2014 dijadikan sebagai momentum untuk melakukan proses regenerasi dan pembeliaan calegcaleg.

Dia berpendapat,parpolparpol perlu membatasi kadernya menjadi caleg, misalnya tiga atau empat periode saja. "Artinya, anggota DPR yang sudah menjadi anggota DPR sampai tiga atau empat periode tidak bisa lagi dicalonkan sebagai anggota DPR," katanya.

Pengamat politik dari Charta Politika Arya Fernandes mengatakan, regenerasi politik di internal partai harus bisa membuka sumbat karier politik yang selama ini didominasi oleh sekelompok orang.

Menurut dia, regenerasi harus dimaknai dengan terbukanya peluang dan kesempatan bagi siapa pun untuk menduduki jabatan-jabatan strategis di internal partai, dan munculnya tokoh-tokoh baru yang bisa mempengaruhi kebijakan partai.

"Itu bisa dilakukan melalui dua proses. Pertama, struktural, yaitu kebijakan partai yang membatasi masa jabatan kader sebagai anggota DPR. Tapi ini bisa saja berisiko, karena akan ditafsiri mengekang kebebasan dan hak anggota untuk berpolitik. Cara yang lebih soft bisa dilakukan dengan merotasi jabatan-jabatan strategis partai dan pimpinan komisi atau fraksi di DPR sehingga memungkinkan kader-kader muda potensial untuk berperan, kader tua bisa menjadi pemain belakang layar," ungkapnya.

Cara kedua, kata dia, regenerasi dilakukan secara alamiah, dengan memunculkan kesadaran bagi politisi uzur untuk pelan-pelan undur diri. "Tetapi ini agak susah, karena jabatan politik itu selalu memukau siapa saja," ungkapnya.
(san)
Berita Terkait
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
SMRC Prediksi Elektabilitas...
SMRC Prediksi Elektabilitas Ganjar Bisa Lampaui Jokowi saat Pilpres 2014
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Hasto Optimistis Sejarah...
Hasto Optimistis Sejarah Tradisi Kemenangan 2014 dan 2019 Kembali Terukir di Pilpres 2024
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Swiss vs Argentina:...
Swiss vs Argentina: Bayangan Hantu Trauma 2014
Berita Terkini
Kemendes-Asosiasi Desa...
Kemendes-Asosiasi Desa Gelar Seminar, Mendes Yandri: KDKMP Tak Akan Mematikan UMKM
Hadiri Sidang Dokter...
Hadiri Sidang Dokter Tifa, Roy Suryo: Kita Tetap Bersama Tak Ada Perpecahan
Imparsial Desak Prabowo...
Imparsial Desak Prabowo Cabut Perpres Pengamanan Jaksa oleh TNI
Sambut Baik Kebijakan...
Sambut Baik Kebijakan BKN, Amos Simanjuntak: Kenaikan Pangkat ASN Berbasis Merit Perkuat Reformasi Birokrasi
Putusan Praperadilan...
Putusan Praperadilan Roy Suryo Jilid II Dibacakan 20 Juli
IUCN Lihat Menhut Paham...
IUCN Lihat Menhut Paham Akar Masalah Konservasi Gajah
Infografis
Anggap Zelensky Tidak...
Anggap Zelensky Tidak Populer, Trump Dukung Pemilu di Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved