Madura harus jaga kebersamaan
Senin, 27 Agustus 2012 - 18:13 WIB
Madura harus jaga kebersamaan
A
A
A
Sindonews.com - Anggota DPR dari daerah pemilihan (Dapil) Madura, Jawa Timur, yang meliputi Kabupaten Sampang, Achsanul Qosasi, menekankan agar kerusuhan yang dilatarbelakangi perbedaan aliran menjadi kejadian terakhir.
Anggota Komisi XI DPR itu menyatakan, agama harus dijadikan wahana untuk membangun kebersamaan, karena esensi beragama adalah memang saling tolong-menolong dan memelihara kebersamaan dalam kemajemukan.
"Madura harus tetap menjaga kebersamaan. Kita harus bisa menunjukkan meski beragam tetap bisa menjaga kebersamaan. Ini harus menjadi kejadian terakhir dan perlu diusut tuntas apakah ada yang melakukan provokasi," kata Achsanul di Gedung DPR, Jakarta, Senin (27/8/2012).
Wakil Sekretaris Fraksi Partai Demokrat itu mengajak warga di Sampang yang merupakan konstituennya untuk tetap menumbuhkan energi positif. Melakukan penyerangan, apalagi sampai membunuh, tetap tidak bisa dibenarkan, karena sudah menghilangkan hak orang untuk hidup.
Terhadap pihak keamanan, dia juga mengimbau agar segera melakukan tindakan terukur dan tepat agar suasanya cepat kondusif.
"Saya baru dua hari lalu pulang dari Dapil, makanya cukup kaget juga ketika sampai Jakarta malah di dapil ada kejadian seperti itu. Tapi saya sudah kordinasi dengan Polda dan Gubernur Jatim untuk menindak dan segera lakukan pemulihan situasi,” terangnya.
Menurutnya, isu Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA) semestinya sudah tidak terjadi lagi di Madura. Perkembangan informasi dan akses masuk ke Madura yang begitu mudah harus disambut dengan pembekalan yang intensif kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah termakan isu.
Anggota Komisi XI DPR itu menyatakan, agama harus dijadikan wahana untuk membangun kebersamaan, karena esensi beragama adalah memang saling tolong-menolong dan memelihara kebersamaan dalam kemajemukan.
"Madura harus tetap menjaga kebersamaan. Kita harus bisa menunjukkan meski beragam tetap bisa menjaga kebersamaan. Ini harus menjadi kejadian terakhir dan perlu diusut tuntas apakah ada yang melakukan provokasi," kata Achsanul di Gedung DPR, Jakarta, Senin (27/8/2012).
Wakil Sekretaris Fraksi Partai Demokrat itu mengajak warga di Sampang yang merupakan konstituennya untuk tetap menumbuhkan energi positif. Melakukan penyerangan, apalagi sampai membunuh, tetap tidak bisa dibenarkan, karena sudah menghilangkan hak orang untuk hidup.
Terhadap pihak keamanan, dia juga mengimbau agar segera melakukan tindakan terukur dan tepat agar suasanya cepat kondusif.
"Saya baru dua hari lalu pulang dari Dapil, makanya cukup kaget juga ketika sampai Jakarta malah di dapil ada kejadian seperti itu. Tapi saya sudah kordinasi dengan Polda dan Gubernur Jatim untuk menindak dan segera lakukan pemulihan situasi,” terangnya.
Menurutnya, isu Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA) semestinya sudah tidak terjadi lagi di Madura. Perkembangan informasi dan akses masuk ke Madura yang begitu mudah harus disambut dengan pembekalan yang intensif kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah termakan isu.
(mhd)