Tokoh sentral partai jadi prioritas capres

Kamis, 16 Agustus 2012 - 09:13 WIB
Tokoh sentral partai...
Tokoh sentral partai jadi prioritas capres
A A A
Sindonews.com - Partai politik (parpol) cenderung memprioritaskan ketua umum atau tokoh sentralnya untuk diusung sebagai calon presiden (capres) 2014. Peluang tokoh potensial dari kalangan nonparpol menjadi alternatif relatif kecil.

Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Thohari mengakui, bila melihat kultur politik secara umum saat ini, sebenarnya tidak ada satu pun parpol yang benar-benar bersedia membuka diri bagi figur nonparpol untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

Parpol, kata Hajriyanto, masih beranggapan bahwa capres harus dari kalangan internal. Karena itu pula, secara otomatis parpol akan memberi keistimewaan kepada ketua umum, ketua dewan pembina, atau pengisi posisi sentral lainnya di partai untuk maju menjadi kandidat.

“Itu alamiah dan rasional sebenarnya. Ketua umum atau tokoh sentral parpol kan menjadi simbol yang diandalkan sebagai magnet elektoral. Tentu harus dikedepankan,” kata Hajriyanto di Jakarta kemarin.

Parpol, lanjut dia, baru mencari figur dari eksternal atau bahkan nonparpol ketika dihadapkan pada kenyataan mereka memang tidak memiliki figur dengan elektabilitas tinggi.

“Itu pun pasti selalu terkait dengan konteks koalisi, dalam konteks sharing of power,” ujar salah satu wakil ketua MPR ini.

Menurut dia, memang sudah seharusnya parpol percaya diri dalam berpolitik dengan memperjuangkan kader potensialnya di pilpres. Karena itu, ketika menggelar kongres, rapat pimpinan nasional, musyawarah nasional, muktamar, dan sejenisnya yang mengagendakan penentuan ketua umum, perlu sangat dipertimbangkan bahwa figur yang dipilih diproyeksikan sebagai capres.

Dalam politik, kata Hajriyanto, regenerasi kepemimpinan hanya sebuah etika kebajikan umum yang menunjukkan proses pengaderan berjalan baik. Hal ini berkorelasi dengan sinkronisasi antara jabatan struktural di parpol dengan jabatan strategis di publik, termasuk posisi presiden dan wakil presiden.

Golkar sendiri pada Juli lalu telah mendeklarasikan ketua umumnya, Aburizal Bakrie (Ical), sebagai capres 2014.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bidang Pemuda dan Olahraga Maruarar Sirait mengatakan, secara alamiah, para kader baik anggota biasa maupun yang duduk di struktur kepengurusan semua jenjang menginginkan Megawati Soekarnoputri tetap maju menjadi capres di 2014.

Bukan sekadar lantaran Mega adalah ketua umum, tapi lebih karena putri Bung Karno itu dinilai paling layak diproyeksikan sebagai presiden mendatang.

“Selain mampu menjadi faktor pemersatu, pada kenyataannya elektabilitas Ibu Mega dalam berbagai hasil survei juga selalu teratas,” ujar Ara sapaan Maruarar.

“Kami tentunya menginginkan kader terbaik yang dicalonkan dalam pilpres,”tambahnya.

Pandangan berbeda dilontarkan Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lukman Hakim Saifuddin. Dia menyatakan, seorang ketua umum parpol belum tentu dianggap layak dijadikan capres.

Menurut Lukman, PPP sangat realistis melihat perkembangan pencapresan dan selalu berpatokan pada dinamika politik terkini. “Sebagian besar warga PPP mungkin menghendaki ketua umum (Suryadharma Ali) menjadi capres. Tapi kami realistis. Karena itu kami membuka diri untuk menjaring namanama lain,” katanya.

Sejak musyawarah kerja nasional (mukernas) terakhir, lanjut Lukman, PPP mulai menginventarisasi tokoh internal, tokoh parpol lain maupun figur nonparpol yang dipandang layak diproyeksikan menjadi capres.

Figur-figur yang saat ini sudah dideklarasikan sebagai capres pun turut dicermati. Mereka adalah Ical dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa yang telah ditetapkan sebagai capres, tetapi belum dideklarasikan pun tak luput dari perhatian PPP. “Sedangkan dari jalur nonparpol ada Mahfud MD, Jusuf Kalla, Anies Baswedan, dan masih banyak lagi,” sebutnya.
(lns)
Berita Terkait
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
SMRC Prediksi Elektabilitas...
SMRC Prediksi Elektabilitas Ganjar Bisa Lampaui Jokowi saat Pilpres 2014
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Hasto Optimistis Sejarah...
Hasto Optimistis Sejarah Tradisi Kemenangan 2014 dan 2019 Kembali Terukir di Pilpres 2024
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Swiss vs Argentina:...
Swiss vs Argentina: Bayangan Hantu Trauma 2014
Berita Terkini
Jadi Saksi Dalam Sprindik...
Jadi Saksi Dalam Sprindik Baru, Kejagung Sebut Status Tersangka Febrie Adriansyah dari Polri Tak Gugur
Harlah ke-28 PKB, Panji...
Harlah ke-28 PKB, Panji Bangsa Gelar Turnamen Mini Soccer Inklusif
Kualitas Negara Hukum...
Kualitas Negara Hukum Terletak dari Kemampuan Aparat Menjaga Hati Nurani
Bakamla Gelar Latihan...
Bakamla Gelar Latihan Menembak di Perairan Dekat Pulau Galang
Gus Ipul Respons Wacana...
Gus Ipul Respons Wacana Cak Imin soal Pemimpin Baru PBNU: Baik untuk Didiskusikan
Kubu Roy Suryo: Saksi...
Kubu Roy Suryo: Saksi Ahli Polda Metro Jaya Tidak Paham UU ITE
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved