Warga NU diminta kembali besarkan PKB
Selasa, 07 Agustus 2012 - 11:41 WIB
Warga NU diminta kembali besarkan PKB
A
A
A
Sindonews.com - Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Nahdlatul Ulama (NU) meminta seluruh umatnya untuk kembali membesarkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pasalnya, PKB merupakan partai politik yang dilahirkan dan dibesarkan oleh NU.
"Ini memang faktanya. Sebagai konsekuensi logis-ideologis, maka segenap warga Nahdliyyin, kaum Ahlussunnah wal Jamaah dan para simpatisan NU semestinya kembali membesarkan PKB sebagai satu-satunya saluran aspirasi politik mereka," ujar KH Maruf Amin di Jakarta, Selasa (7/8/2012).
Dia mengatakan, NU dan PKB sebenarnya tidak hanya memiliki hubungan yang bersifat ideologis. Namun, ada hubungan biologis, selayaknya orangtua dan anak, karena PKB didirikan sebagai wadah aspirasi politik NU.
Saat ini menurutnya, warga Nahdliyyin membutuhkan PKB sebagai wadah penyaluran aspirasi politik. Sebaliknya, PKB juga membutuhkan dukungan, dan partisipasi warga Nahdliyyin untuk bersama-sama memperjuangkan aspirasi politik mereka.
"Kini tibalah saatnya bagi kita, kaum Nahdliyyin, kaum Ahlussunnah wal Jama’ah, ummat Islam, dan rakyat Indonesia untuk kembali ke PKB demi mengutamakan bangsa dan negara sesuai kaidah ushuliyyah," tandasnya.
Dia menjelaskan, kaidah Ushuliyyah Fiqh itu menerangkan, kemaslahatan umum lebih didahulukan, daripada kemaslahatan individu.
"Ini memang faktanya. Sebagai konsekuensi logis-ideologis, maka segenap warga Nahdliyyin, kaum Ahlussunnah wal Jamaah dan para simpatisan NU semestinya kembali membesarkan PKB sebagai satu-satunya saluran aspirasi politik mereka," ujar KH Maruf Amin di Jakarta, Selasa (7/8/2012).
Dia mengatakan, NU dan PKB sebenarnya tidak hanya memiliki hubungan yang bersifat ideologis. Namun, ada hubungan biologis, selayaknya orangtua dan anak, karena PKB didirikan sebagai wadah aspirasi politik NU.
Saat ini menurutnya, warga Nahdliyyin membutuhkan PKB sebagai wadah penyaluran aspirasi politik. Sebaliknya, PKB juga membutuhkan dukungan, dan partisipasi warga Nahdliyyin untuk bersama-sama memperjuangkan aspirasi politik mereka.
"Kini tibalah saatnya bagi kita, kaum Nahdliyyin, kaum Ahlussunnah wal Jama’ah, ummat Islam, dan rakyat Indonesia untuk kembali ke PKB demi mengutamakan bangsa dan negara sesuai kaidah ushuliyyah," tandasnya.
Dia menjelaskan, kaidah Ushuliyyah Fiqh itu menerangkan, kemaslahatan umum lebih didahulukan, daripada kemaslahatan individu.
(lil)