DPR desak RI protes ke Israel
Senin, 06 Agustus 2012 - 16:15 WIB
DPR desak RI protes ke Israel
A
A
A
Sindonews.com – Pelarangan Israel terhadap lima menteri Gerakan Non Blok untuk Palestina masuk ke kawasan Ramallah, membuat sejumlah pihak di dalam negeri berang. Salah seorangnya Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso.
Priyo menyatakan, sikap Israel yang melarang Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa masuk ke Ramallah merupakan tindakan semena-mena, meskipun antara Indonesia-Israel tidak punya hubungan diplomatik langsung.
"Peraturan pemerintah Israel tersebut tidak bisa kita terima," kata Priyo di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/8/2012).
Tak hanya itu, Priyo mendesak pemerintah untuk menyampaikan nota protes kepada pemerintah Israel. "Saya menyesalkan hal itu. Saya meminta pemerintah untuk memanfaatkan jalur diplomatik yang kita punya, untuk sampaikan nota protes terkait hal ini," kata Priyo.
Insiden ditolak masuknya Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Marty Natalegawa ke Palestina oleh Israel, dikecam keras oleh Indonesia. Menlu bermaksud ingin menghadiri Konferensi Tingkat Menteri khusus Komite Palestina Gerakan Non Blok (GNB) di Ramallah.
Pertemuan tersebut sedianya akan diselenggarakan pada Minggu 5 Agustus 2012 guna menunjukkan solidaritas terhadap penderitaan bangsa Palestina, sekaligus meninjau langsung situasi di lapangan sebagai akibat kebijakan Israel.
Pertemuan akhirnya tidak dapat diselenggarakan karena penolakan Israel memberikan akses masuk ke Ramallah yang merupakan wilayah Palestina, kepada para delegasi Komite Palestina GNB.
Priyo menyatakan, sikap Israel yang melarang Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa masuk ke Ramallah merupakan tindakan semena-mena, meskipun antara Indonesia-Israel tidak punya hubungan diplomatik langsung.
"Peraturan pemerintah Israel tersebut tidak bisa kita terima," kata Priyo di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/8/2012).
Tak hanya itu, Priyo mendesak pemerintah untuk menyampaikan nota protes kepada pemerintah Israel. "Saya menyesalkan hal itu. Saya meminta pemerintah untuk memanfaatkan jalur diplomatik yang kita punya, untuk sampaikan nota protes terkait hal ini," kata Priyo.
Insiden ditolak masuknya Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Marty Natalegawa ke Palestina oleh Israel, dikecam keras oleh Indonesia. Menlu bermaksud ingin menghadiri Konferensi Tingkat Menteri khusus Komite Palestina Gerakan Non Blok (GNB) di Ramallah.
Pertemuan tersebut sedianya akan diselenggarakan pada Minggu 5 Agustus 2012 guna menunjukkan solidaritas terhadap penderitaan bangsa Palestina, sekaligus meninjau langsung situasi di lapangan sebagai akibat kebijakan Israel.
Pertemuan akhirnya tidak dapat diselenggarakan karena penolakan Israel memberikan akses masuk ke Ramallah yang merupakan wilayah Palestina, kepada para delegasi Komite Palestina GNB.
(ysw)