Komisi X akui kunjungi venue PON Riau
Jum'at, 03 Agustus 2012 - 14:18 WIB
Komisi X akui kunjungi venue PON Riau
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi X DPR RI mengakui mereka pernah mengunjungi venue PON Riau. Namun mengenai pemberian uang saku bagi masing-masing anggota Komisi X sebesar USD5.000 masih misteri.
Anggota Komisi X Zulfadhli membenarkan kunjungan tersebut. "Iya kesana (Riau) dipimpin oleh Pak Utut Adianto. Saya enggak ingat yang lain," kata Zulfadhli saat dihubungi wartawan, Jumat (3/8/2012).
Zulfadli mengaku pergi ke Riau bersama teman-temannya di Komisi X seperti Rully Chaerul Azwar, namun dia tidak ingat semuanya.
Sementara Anggota Komisi X Rinto Subekti dari Partai Demokrat juga membenarkan kunjungan ke Venue PON. Namun Rinto mengaku tidak ikut dalam kunjungan tersebut.
Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kamis 2 Juli 2012 kemarin, Staf Ahli Gubernur Riau Lukman Abbas mengungkapkan bahwa dalam kunjungan anggota Komisi X ke Venue PON, msing-masing anggota mendapat uang saku sebesar USD5.000.
"Ada 12 orang, namanya saya lupa pak. tapi kalau disebutin saya ingat Pak Hakim. Isi amplopnya sebanyak USD5.000 per orang," kata Lukman.
Anggota Komisi X Zulfadhli membenarkan kunjungan tersebut. "Iya kesana (Riau) dipimpin oleh Pak Utut Adianto. Saya enggak ingat yang lain," kata Zulfadhli saat dihubungi wartawan, Jumat (3/8/2012).
Zulfadli mengaku pergi ke Riau bersama teman-temannya di Komisi X seperti Rully Chaerul Azwar, namun dia tidak ingat semuanya.
Sementara Anggota Komisi X Rinto Subekti dari Partai Demokrat juga membenarkan kunjungan ke Venue PON. Namun Rinto mengaku tidak ikut dalam kunjungan tersebut.
Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kamis 2 Juli 2012 kemarin, Staf Ahli Gubernur Riau Lukman Abbas mengungkapkan bahwa dalam kunjungan anggota Komisi X ke Venue PON, msing-masing anggota mendapat uang saku sebesar USD5.000.
"Ada 12 orang, namanya saya lupa pak. tapi kalau disebutin saya ingat Pak Hakim. Isi amplopnya sebanyak USD5.000 per orang," kata Lukman.
(ysw)