SBY risau karena Pemilu 2014 makin dekat
Jum'at, 20 Juli 2012 - 17:02 WIB
SBY risau karena Pemilu 2014 makin dekat
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang Pemilu Presiden (Pilpres) 2014, tak sedikit kader partai politik (parpol) sibuk dengan aktifitas, tak terkecuali mereka yang duduk di kursi menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB).
Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq mengatakan, faktor agenda politik 2014 itulah yang membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi risau.
Hal ini terlihat dari pernyataannya yang menyiggung para menterinya dari parpol untuk mengundurkan diri dari kabinet jika tak bisa membagi waktu.
"Wajar kalau SBY mulai risau dengan menteri-menteri yang jadi pimpinan parpol, dan sedang berhajat dalam Pilpres 2014, sehingga kinerja di pemerintahan terganggu," kata Mahfudz saat di hubungi wartawan, Jumat (20/7/2012).
Tapi tidak bisa disalahkan juga, lanjut anggota Komisi I DPR RI ini bila seorang pimpinan parpol pasti akan bekerja untuk kepentingan partainya.
Sedangkan di PKS sendiri, memang sengaja tak memberi jabatan apapun kepada kader di PKS yang menjadi menteri agar bisa fokus membantu pemerintahan SBY.
"Kalau PKS sejak awal kebijakan dan komitmen politiknya, setiap menteri difokuskan berkhidmat di jabatannya dan dibebaskan dari jabatan struktural, khususnya DPP," pungkasnya.
Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq mengatakan, faktor agenda politik 2014 itulah yang membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi risau.
Hal ini terlihat dari pernyataannya yang menyiggung para menterinya dari parpol untuk mengundurkan diri dari kabinet jika tak bisa membagi waktu.
"Wajar kalau SBY mulai risau dengan menteri-menteri yang jadi pimpinan parpol, dan sedang berhajat dalam Pilpres 2014, sehingga kinerja di pemerintahan terganggu," kata Mahfudz saat di hubungi wartawan, Jumat (20/7/2012).
Tapi tidak bisa disalahkan juga, lanjut anggota Komisi I DPR RI ini bila seorang pimpinan parpol pasti akan bekerja untuk kepentingan partainya.
Sedangkan di PKS sendiri, memang sengaja tak memberi jabatan apapun kepada kader di PKS yang menjadi menteri agar bisa fokus membantu pemerintahan SBY.
"Kalau PKS sejak awal kebijakan dan komitmen politiknya, setiap menteri difokuskan berkhidmat di jabatannya dan dibebaskan dari jabatan struktural, khususnya DPP," pungkasnya.
(lns)