Kader Demokrat korupsi, Saya prihatin
Kamis, 05 Juli 2012 - 14:46 WIB
Kader Demokrat korupsi, Saya prihatin
A
A
A
Sindonews.com - Satu persatu kader partai politik tersandung kasus korupsi. Sebut saja kader Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin yang sudah dijebloskan ke dalam penjara dan menjadi terpidana. Bahkan Angelina Sondakh sedang menunggu giliran sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
Belum lagi Anas Urbaningrum dan Siti Hartati Murdaya, yang baru-baru ini menjadi tamu spesial di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bukan hanya kader partai binaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang diterpa angin kencang. Partai tua seperti Golkar pun turut diterpa badai.
Seperti yang menimpa anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Zulkarnaen Djabar misalnya. Kader partai binaan bos lumpur Lapindo Sidoarjo, Jawa Timur, Aburizal Bakrie itu, bahkan sudah ditetapkan sebagai tersangka dan siap menjalani sidang Pengadilan Tipikor.
Anggota Dewan Pembina Partai (DPP) Demokrat Melani Lamina Suharly mengaku prihatin dengan banyaknya kader partai politik yang tersandung kasus korupsi. Terlebih kasus yang menimpa kader Partai Demokrat seperti Siti Hartati Murdaya.
Khusus untuk Hartati, KPK telah melakukan upaya cegah. Selama enam bulan ke depan, Hartati dilarang bepergian ke luar negeri. "Sesama anggota dewan pembina saya ikut prihatin. Saya harapkan kasusnya cepat selesai sehingga bisa dibuktikan apa dia bersalah atau tidak," ujar Melani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/7/2012).
Lebih jauh, Wakil Ketua DPR ini berharap, semua kader Partai Demokrat tetap mematuhi anjuran Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY yang meminta setiap kader menempatkan hukum di atas segala-galanya. Untuk itu, dia mengimbau kepada para kader untuk tetap solid menjaga keutuhan partai.
"Saya benar-benar mengharapkan KPK untuk menyelesaikan kasus-kasusnya lebih cepat. Kalau lebih, kalau tidak bersalah bisa buktikan tidak bersalah. Kalau bersalah, itu risiko. Kami harus tetap kompak dan solid. Badai kan bukan hanya pada partai kita saja," terangnya.
Belum lagi Anas Urbaningrum dan Siti Hartati Murdaya, yang baru-baru ini menjadi tamu spesial di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bukan hanya kader partai binaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang diterpa angin kencang. Partai tua seperti Golkar pun turut diterpa badai.
Seperti yang menimpa anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Zulkarnaen Djabar misalnya. Kader partai binaan bos lumpur Lapindo Sidoarjo, Jawa Timur, Aburizal Bakrie itu, bahkan sudah ditetapkan sebagai tersangka dan siap menjalani sidang Pengadilan Tipikor.
Anggota Dewan Pembina Partai (DPP) Demokrat Melani Lamina Suharly mengaku prihatin dengan banyaknya kader partai politik yang tersandung kasus korupsi. Terlebih kasus yang menimpa kader Partai Demokrat seperti Siti Hartati Murdaya.
Khusus untuk Hartati, KPK telah melakukan upaya cegah. Selama enam bulan ke depan, Hartati dilarang bepergian ke luar negeri. "Sesama anggota dewan pembina saya ikut prihatin. Saya harapkan kasusnya cepat selesai sehingga bisa dibuktikan apa dia bersalah atau tidak," ujar Melani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/7/2012).
Lebih jauh, Wakil Ketua DPR ini berharap, semua kader Partai Demokrat tetap mematuhi anjuran Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY yang meminta setiap kader menempatkan hukum di atas segala-galanya. Untuk itu, dia mengimbau kepada para kader untuk tetap solid menjaga keutuhan partai.
"Saya benar-benar mengharapkan KPK untuk menyelesaikan kasus-kasusnya lebih cepat. Kalau lebih, kalau tidak bersalah bisa buktikan tidak bersalah. Kalau bersalah, itu risiko. Kami harus tetap kompak dan solid. Badai kan bukan hanya pada partai kita saja," terangnya.
(san)