Golkar tak ingin bernasib seperti Demokrat
Jum'at, 29 Juni 2012 - 10:45 WIB
Golkar tak ingin bernasib seperti Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mengingatkan kepada seluruh kader dan jajaran elite partainya untuk meningkatkan soliditas internal partai. Hal ini, belajar dari salah satu partai besar yang tengah dirundung masalah.
Ditegaskan olehnya, soliditas internal partai ini sangat penting sebagai penangkal upaya adu domba dari kepentingan di luar partai berlambang pohon beringin. Namun, pria yang akrab disapa Ical ini tidak menyebutkan partai mana yang dimaksud.
"Sekencang apapun angin tidak akan merobohkan pohon beringin kita, apalagi akarnya sudah menancap di hati rakyat," ujarnya dalam sambutan pembukaan acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) III Partai Golkar, di Hotel Aston, Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6/2012).
Seperti diketahui, partai besar yang belakangan ini kerap menjadi perhatian publik adalah Partai Demokrat. Gejolak politik dan banyaknya kader internal partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menyebabkan elektabilitas partai tersebut semakin merosot.
Hal ini dibuktikan dengan berbagai hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survei di Indonesia. Selain, dua persoalan tersebut, kebijakan pemerintahan Presiden SBY yang tidak membawa perubahan besar kepada nasib rakyat Indonesia, semakin menambah anjloknya elektabilitas Partai Demokrat.
Ditegaskan olehnya, soliditas internal partai ini sangat penting sebagai penangkal upaya adu domba dari kepentingan di luar partai berlambang pohon beringin. Namun, pria yang akrab disapa Ical ini tidak menyebutkan partai mana yang dimaksud.
"Sekencang apapun angin tidak akan merobohkan pohon beringin kita, apalagi akarnya sudah menancap di hati rakyat," ujarnya dalam sambutan pembukaan acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) III Partai Golkar, di Hotel Aston, Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6/2012).
Seperti diketahui, partai besar yang belakangan ini kerap menjadi perhatian publik adalah Partai Demokrat. Gejolak politik dan banyaknya kader internal partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menyebabkan elektabilitas partai tersebut semakin merosot.
Hal ini dibuktikan dengan berbagai hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survei di Indonesia. Selain, dua persoalan tersebut, kebijakan pemerintahan Presiden SBY yang tidak membawa perubahan besar kepada nasib rakyat Indonesia, semakin menambah anjloknya elektabilitas Partai Demokrat.
(hyk)