Pengamat: Ani bisa jadi calon tunggal Demokrat

Sabtu, 26 Mei 2012 - 13:52 WIB
Pengamat: Ani bisa jadi...
Pengamat: Ani bisa jadi calon tunggal Demokrat
A A A
Sindonews.com - Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, statemen sejumlah kader Partai Demokrat yang meminta Ani Yudhoyono sebagai Calon Presiden (Capres) 2012 bisa saja dinilai sebagai uji coba dengan melemparkan wacana ke publik.

"Menurut saya, tidak menutup kemungkinan kalau Ibu Ani adalah calon tunggal yang dianggap sangat mumpuni. Sangat representatif dan sangat marketable di tahun 2014," ujar Siti dalam diskusi polemik Sindo Radio "Politik dinasti di negeri demokrasi" di warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (26/5/2012).

Menurutnya, Ani Yudhoyono belum saatnya menyampaikan sesuatu dan mungkin ini sangat tiba-tiba. Pasalnya hanya kader Partai Demokrat sendiri yang ingin melontarkan ibu Ani sebagai Capres 2014. "Bukan keputusan partai. Kelihatan sekali dia (Ani) tidak siap untuk ditanya itu," ucapnya.

Sebagai pengamat, dirinya berharap partai politik bisa melahirkan pemimpin yang bisa membawa perubahan. "Saya lebih mengusulkan, ke depan kita dapatkan seorang pemimpin yang betul-betul representatif. Kita butuh orang yang bisa membangkitkan, dan integritasnya tinggi," tukasnya. (san)
()
Berita Terkini
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved