Pemerintah tak pernah becus lindungi TKI

Jum'at, 27 April 2012 - 17:17 WIB
Pemerintah tak pernah...
Pemerintah tak pernah becus lindungi TKI
A A A
Sindonews.com - Migrant Care menilai Kedutaan Besar RI (KBRI) lalai dalam memberikan perlindungan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) serta menangani sejumlah kasus yang menimpa TKI selama ini.

"Jadi menurut saya secara institusi, KBRI memang harus dievaluasi. Karena saya khawatir, kalau kasus tidak tercium ke publik akan seperti ini," ujar Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah kepada wartawan usai mengisi acara Talkshow DPD RI perspektif Indonesia dengan tema 'Pahlawan Devisa yang Tersia-sia' di pressroom DPD RI, Jumat (27/4/2012).

Lebih lanjut ia menilai koordinasi antara Kedutaan Besar RI (KBRI), Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Kementrian Luar Negeri, kacau.

"Itu kelihatan ya bagaimana pemerintah dengan jelas mengetahui penambahan atau pengurangan, tapi ketika ditanya masalah semua gagap. Ini 'acak-adul' koordinasi antara Menakertrans, Menlu sama KBRI," imbuhnya.

Sekedar diketahui, tragedi terhadap TKI yang bekerja di luar negeri kembali ramai menjadi sorotan banyak pihak. Hal itu lantaran tiga TKI tewas ditembak polisi Diraja Malaysia pada 25 Maret 2012 dan diduga dijual organ tubuhnya.

Ketiga jenazah TKI asal Nusa Tenggaran Barat (NTB) itu dipulangkan dari Malaysia 5 April 2012. Dan sampai saat ini kasus tersebut masih diinvestigasi pihak Pemerintah Indonesia. (wbs)

()
Berita Terkini
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved