DPR terima masukan normatif soal KPU
Rabu, 14 Maret 2012 - 08:49 WIB
DPR terima masukan normatif soal KPU
A
A
A
Sindonews.com - Komisi II DPR menilai masukan dari Koalisi Amankan Pemilu 2014 atas 14 calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan 10 calon anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) masih normatif.
Para wakil rakyat itu menginginkan masukan yang lebih konkret mengenai rekam jejak para calon. Dengan demikian, DPR dapat memilih yang terbaik di antara para calon anggota KPU dan Bawaslu.
"Mereka (Koalisi Amankan Pemilu 2014) bicara normatif. Kami ingin yang lebih maju lagi. Ayo ajukan. Kami ingin masukan yang lebih menukik," kata Wakil Ketua Komisi II DPR Abdul Hakam Naja kepada di Jakarta, kemarin.
Hakam menyatakan, pihaknya sengaja meminta masukan masyarakat sebelum menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap 14 calon anggota KPU dan 10 calon anggota Bawaslu pekan depan. Tujuannya guna mengetahui informasi dan seluk beluk tiap calon. Sebab itu, mereka mengundang Koalisi Amankan Pemilu 2014 kemarin.
Sayangnya, gabungan LSM yang concern pada pemilu itu tidak menyampaikan gambaran secara detail mengenai para calon. Menurut politikus PAN itu, masukan Timsel jauh lebih konkret dibandingkan masukan para aktivis dan pegiat pemilu itu.
Saat itu, Timsel KPU-Bawaslu menjelaskan secara gamblang tiap calon sehingga Komisi II DPR mendapatkan informasi dan pemahaman yang komprehensif.
Direktur Eksekutif Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, yang juga tergabung dalam Koalisi Amankan Pemilu 2014, mengatakan pihaknya tidak menyampaikan temuan mereka ihwal rekam jejak para calon anggota KPU dan Bawaslu secara langsung dalam RDPU untuk menghindari perdebatan.
Pasalnya, data mereka sifatnya kontroversial. Selain itu,perlu menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah. "Barusan tadi sore (kemarin) dokumennya kami serahkan," sebut Titi. (san)
Para wakil rakyat itu menginginkan masukan yang lebih konkret mengenai rekam jejak para calon. Dengan demikian, DPR dapat memilih yang terbaik di antara para calon anggota KPU dan Bawaslu.
"Mereka (Koalisi Amankan Pemilu 2014) bicara normatif. Kami ingin yang lebih maju lagi. Ayo ajukan. Kami ingin masukan yang lebih menukik," kata Wakil Ketua Komisi II DPR Abdul Hakam Naja kepada di Jakarta, kemarin.
Hakam menyatakan, pihaknya sengaja meminta masukan masyarakat sebelum menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap 14 calon anggota KPU dan 10 calon anggota Bawaslu pekan depan. Tujuannya guna mengetahui informasi dan seluk beluk tiap calon. Sebab itu, mereka mengundang Koalisi Amankan Pemilu 2014 kemarin.
Sayangnya, gabungan LSM yang concern pada pemilu itu tidak menyampaikan gambaran secara detail mengenai para calon. Menurut politikus PAN itu, masukan Timsel jauh lebih konkret dibandingkan masukan para aktivis dan pegiat pemilu itu.
Saat itu, Timsel KPU-Bawaslu menjelaskan secara gamblang tiap calon sehingga Komisi II DPR mendapatkan informasi dan pemahaman yang komprehensif.
Direktur Eksekutif Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, yang juga tergabung dalam Koalisi Amankan Pemilu 2014, mengatakan pihaknya tidak menyampaikan temuan mereka ihwal rekam jejak para calon anggota KPU dan Bawaslu secara langsung dalam RDPU untuk menghindari perdebatan.
Pasalnya, data mereka sifatnya kontroversial. Selain itu,perlu menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah. "Barusan tadi sore (kemarin) dokumennya kami serahkan," sebut Titi. (san)
()