PD bantah, Angie korban konflik internal partai
Rabu, 08 Februari 2012 - 15:29 WIB
PD bantah, Angie korban konflik internal partai
A
A
A
Sindonews.com - Angelina Sondahk sebagai tersangka baru dalam kasus proyek wisma atlet SEA Games Jaka Barang Palembang oleh komisi pemberantasan korupsi (KPK) telah menuai pertanyaan. Konon beredar isu penetapan Angie di dorong kalangan internal partai Demokrat, karena ada yang tidak senang dengan wanita berparas cantik itu.
Isu tersebut di tentang oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (PD), Sutan Bhatoegana. Bahkan, dia menantang jika isu itu benar ada sebaiknya jangan ditutup-tutupi. "kalau ada suruh buka," tegas Sutan di Gedung DPR Jakarta, Rabu (8/2/2012)
Menurutnya, jika isu itu belum bisa dipastikan kebenarannya, dia berharap tak perlu dibesar-besarkan ke publik. "Namanya rumor, rumor itu menurut saya dari dunia gelap, yang terang saja banyak masalah," ucapnya.
Namun, ketika dikonfirmasi lebih lanjut, Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR ini berulang kali menampik kebenaran isu tersebut. "tidak ada itu, tidak ada itu, tidak ada itu," tampik Sutan sambil bergegas masuk kedalam ruangan.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, dalam Black Barry Messenger (BBM) nya kepada rekan separtai yaitu Ruhut Sitompul mengungkapkan adanya kalangan internal Partai Demokrat yang senang ketika dirinya ditetapkan sebagai tersangka.
Dalam BBM itu, Angie mengatakan penetapan dirinya jadi tersangka atas dorongan dari kawan Partai Demokrat sendiri. Kawan dari internal partai itu berasumsi jika Angie dijadikan tersangka, maka permasalahan dalam partai selama ini pun akan selesai.
Namun dalam BBM itu, seperti diungkapkan Ruhut, Angie yang sekarang dinonaktifkan dari posisinya sebagai Wakil Sekreatris Jenderal (Wsekjen) Partai Demorat tak mau menyebutkan siapa orang internal Partai Demokrat yang dimaksud. Berikut ini pesan singkat Angie kepada Ruhut melalui BBM;
"Bang, aku hanya mau curhat sedikit, aku sedih baca komen salah satu teman kita yang mengatakan bahwa kalau AS tersangka sudah cukup memuaskan publik. Aku jujur ke abang, bahwa Demi Tuhan aku tidak pernah mengatur wisma atlet itu baik Nazar ataupun Rosa tidak pernah sama sekali menyinggung soal Wisma Atlet itu." demikian bunyi BBM Angie kepada Ruhut. (wbs)
Isu tersebut di tentang oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (PD), Sutan Bhatoegana. Bahkan, dia menantang jika isu itu benar ada sebaiknya jangan ditutup-tutupi. "kalau ada suruh buka," tegas Sutan di Gedung DPR Jakarta, Rabu (8/2/2012)
Menurutnya, jika isu itu belum bisa dipastikan kebenarannya, dia berharap tak perlu dibesar-besarkan ke publik. "Namanya rumor, rumor itu menurut saya dari dunia gelap, yang terang saja banyak masalah," ucapnya.
Namun, ketika dikonfirmasi lebih lanjut, Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR ini berulang kali menampik kebenaran isu tersebut. "tidak ada itu, tidak ada itu, tidak ada itu," tampik Sutan sambil bergegas masuk kedalam ruangan.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, dalam Black Barry Messenger (BBM) nya kepada rekan separtai yaitu Ruhut Sitompul mengungkapkan adanya kalangan internal Partai Demokrat yang senang ketika dirinya ditetapkan sebagai tersangka.
Dalam BBM itu, Angie mengatakan penetapan dirinya jadi tersangka atas dorongan dari kawan Partai Demokrat sendiri. Kawan dari internal partai itu berasumsi jika Angie dijadikan tersangka, maka permasalahan dalam partai selama ini pun akan selesai.
Namun dalam BBM itu, seperti diungkapkan Ruhut, Angie yang sekarang dinonaktifkan dari posisinya sebagai Wakil Sekreatris Jenderal (Wsekjen) Partai Demorat tak mau menyebutkan siapa orang internal Partai Demokrat yang dimaksud. Berikut ini pesan singkat Angie kepada Ruhut melalui BBM;
"Bang, aku hanya mau curhat sedikit, aku sedih baca komen salah satu teman kita yang mengatakan bahwa kalau AS tersangka sudah cukup memuaskan publik. Aku jujur ke abang, bahwa Demi Tuhan aku tidak pernah mengatur wisma atlet itu baik Nazar ataupun Rosa tidak pernah sama sekali menyinggung soal Wisma Atlet itu." demikian bunyi BBM Angie kepada Ruhut. (wbs)
()