RUU Tanah masih berpolemik di paripurna DPR

Jum'at, 16 Desember 2011 - 13:44 WIB
RUU Tanah masih berpolemik...
RUU Tanah masih berpolemik di paripurna DPR
A A A
Sindonews.com - Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengadaan Tanah untuk Pembangunan dalam rapat paripurna DPR diwarnai perdebatan tajam. Akibatnya, pembahasan yang berlangsung sejak pagi tadi harus ditunda hingga siang setelah salat Jumat.

Dalam perdebatan ini, muncul perubahan nama menjadi RUU Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum. Perdebatan juga menyangkut substansi draft RUU yang akan disahkan. Sebab, RUU ini dikhawatirkan lebih berpihak kepada pengusaha ketimbang kepentingan masyarakat umum. Oleh karena itu, sebaiknya dimatangkan dulu sebelum secara resmi disahkan menjadi UU.

"Tidak hanya sinkronisasi,tetapi juga menyangkut masalah substansi. Masih banyak masalah disini yang bertentangan dengan konstitusi. Mari kita kembalikan pembahasan RUU ini ke panitia khusus (Pansus)," ujar anggota DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) Dimyati Natakusumah di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (16/12/2011).

Portes terhadap materi draft tersebut juga disampaikan anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Ahmad Muzani. Dia meminta RUU ini dibahas dalam rapat paripurna.

"Sangat tidak lazim menyetujui RUU dengan adanya sinkronisasi-sinkronisasi yang tidak kita ketahui. Ini cacat, bagaimana apabila sinkronisasi ternyata tidak sinkron? Apa saja yang disinkronkan, materi apa saja yang disesuaikan? Mohon dibahas di sidang yang terhormat," pintanya.

Bahkan, Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) Tjahyo Kumolo secara terbuka menolak rencana pengesahan RUU Tanah tersebut untuk menjadi UU. "Kami menolak pengesahan RUU ini karena terlalu proterhadap investor," tegasnya.

Banyaknya interupsi menyebabkan Wakil Ketua DPR Pramono Anung sekaligus sebagai pimpinan rapat menunda pembahasan rapat hingga siang. Pembahasan lanjutan akan mendengar pandangan resmi masing-masing fraksi di DPR. "Karena banyak yang interupsi, maka pembahasan RUU ini akan dilanjutkan nanti," tandasnya.

Sebelum rapat ditunda, Fraksi Partai Demokrat sempat menyampaikan pandangan terhadap RUU tersebut. Melalui Ketua Fraksinya, Jafar Hafsah mengatakan, pihaknya mendukung RUU tersebut untuk disahkan menjadi UU. "Kami dari Fraksi Partai Demokrat setuju dengan RUU ini," kata Jafar.
(hyk)
Berita Terkait
Pembenahan SDM BPN Kunci...
Pembenahan SDM BPN Kunci Atasi Masalah Pertanahan
Kebijakan Reforma Agraria...
Kebijakan Reforma Agraria Jokowi Dinilai Tuntaskan Masalah Pertanahan Rakyat
Terima 841 Laporan Masalah...
Terima 841 Laporan Masalah Tanah, KPK Minta Pengarsipan Pertanahan Terdigitalisasi
Tim Advokasi UI Bantu...
Tim Advokasi UI Bantu Warga Rawa Badak Jakut Selesaikan Masalah Pertanahan
Cari Solusi Masalah...
Cari Solusi Masalah Pertanahan, Menteri ATR Terjun dan Dialog dengan Masyarakat
Bertemu Kakanwil BPN...
Bertemu Kakanwil BPN DKI, Heru Budi: Satukan Semangat Selesaikan Masalah Pertanahan
Berita Terkini
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Kasus Pembunuhan Sesama...
Kasus Pembunuhan Sesama WNI di Armenia, Kemlu: 2 Orang Dibebaskan, 4 Masih Diperiksa
KPK Periksa Sekjen Kementerian...
KPK Periksa Sekjen Kementerian ATR/BPN dan Pejabat Kemenhut terkait Kasus Bupati Kuansing
Soal Jet Pribadi saat...
Soal Jet Pribadi saat Kunker, Menteri PU: Itu Pesawat Negara, Dioperasikan Kemenhub
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved