Komisi IX Minta Alat Rapid Test Semakin Dipermudah

Selasa, 07 April 2020 - 14:12 WIB
Komisi IX Minta Alat...
Komisi IX Minta Alat Rapid Test Semakin Dipermudah
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan pentingnya ketersediaan alat uji cepat rapid test dalam penanganan COVID-19. Pernyataan itu menanggapi permintaan Presiden Jokowi yang ingin tes swab melalui polymerase chain reaction (PCR) dan rapid test lebih dipercepat. (Baca juga: Jokowi Instruksikan Rapid Test Corona dan Distribusi APD Dipercepat)

“Tentu ini harus dilihat dari ketersediaan alatnya dulu. Kalau mau dilakukan percepatan, barangnya harus tersedia dan mudah diakses. Saya yakin masyarakat akan kooperatif dan sukarela untuk melakukan tes. Tapi kalau alatnya tidak ada, tentu kegiatan itu akan terkendala,” kata Saleh, Selasa (7/4/2020). (Baca juga: Presiden Jokowi Minta Rapid Test Prioritaskan Tenaga Medis)

Saleh mengatakan, prioritas tes swab harus diberikan untuk mereka yang rentan seperti golongan lanjut usia (lansia). Selain itu, akses itu perlu juga diutamakan bagi petugas medis dan orang yang memiliki kontak dengan pasien dalam pengawasan.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga mendorong agar penyaluran alat tes tersebut didistribusikan menyeluruh ke daerah-daerah sesuai dengan kebutuhan. Sebab, wabah COVID-19 ini sudah menyebar hampir ke seluruh daerah.

“Yang penting, alat rapid test-nya ini juga bisa dibagikan secara distributif ke daerah-daerah. Karena faktanya sampai sejauh ini, Corona juga sudah menyebar sampai ke daerah-daerah,” singgung dia.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi sudah meminta pemeriksaan COVID-19 dengan metode PCR dan rapid test dipercepat untuk mengetahui jumlah riil pasien positif di Indonesia. Menurutnya, langkah itu penting guna mengambil tindakan secepatnya dalam menekan penyebaran COVID-19 di Tanah Air.

“Kecepatan pemeriksaan di laboratorium agar didorong lagi, ditekan lagi agar lebih cepat. Kita harapkan dengan kecepatan itu, kita bisa mengetahui siapa yang telah positif dan siapa yang negatif,” ucap Jokowi dalam rapat terbatas melalui telekonferens, Senin (6/4/2020).
(cip)
Berita Terkait
Rapat dengan Doni Monardo,...
Rapat dengan Doni Monardo, DPR Tanya Revisi UU Penanggulangan Bencana
Cak Imin: Presiden Harus...
Cak Imin: Presiden Harus Awasi Ketat Pelaksanaan Perppu Corona
Komisi VIII DPR Fokus...
Komisi VIII DPR Fokus Rampungkan RUU Penanggulangan Bencana
COVID-19 Jadi Bencana...
COVID-19 Jadi Bencana Nasional, DPR Minta Semua Sumber Daya Dikerahkan
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Gelar Diskusi Virtual,...
Gelar Diskusi Virtual, Puan Ajak Parlemen Internasional Lawan Corona
Berita Terkini
KPK Segel Rumah Wamen...
KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim
Dadan Hindayana Cs Tersangka...
Dadan Hindayana Cs Tersangka Korupsi, Politikus PDIP Sebut Bolak-balik Singgung Kelemahan Tata Kelola MBG
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Tersangka Kasus Pemerasan Ratusan Miliar
Silmy Karim dan 7 Orang...
Silmy Karim dan 7 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pengurusan Dokumen Keimigrasian
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Jabatan Wamen Imipas Segera Dicopot?
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved