Jika dalam Negeri Sudah Cukup, RI Akan Kirim APD ke Sejumlah Negara

Senin, 06 April 2020 - 16:39 WIB
Jika dalam Negeri Sudah...
Jika dalam Negeri Sudah Cukup, RI Akan Kirim APD ke Sejumlah Negara
A A A
JAKARTA - Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, Pemerintah Indonesia tengah berupaya untuk memproduksi alat pelindung diri (APD) dengan menggunakan bahan lokal.

Hal itu dikatakan Doni dalam Rapat Kerja (Raker) Virtual dengan Komisi VIII DPR, Senin (6/4/2020). Menurutnya, jika kebutuhan di dalam negeri terpenuhi, pihaknya hendak mengirim APD itu ke sejumlah negara.

"Sejumlah tenaga ahli dari Gugus Tugas, dibantu oleh beberapa peneliti dari beberapa Perguruan Tinggi, dari IDI, dan Kemenkes telah berkoordinasi dengan WHO, kita akan bisa produksi APD dengan bahan baku lokal. Tadi sudah kami perlihatkan kepada Bapak Presiden, bahwa ini standar dan aman digunakan oleh para dokter," papar Doni.

(Baca juga: Indonesia Disebut sebagai Produsen APD Terbanyak di Dunia)

Menurut Doni, jika APD berstandar dengan bahan baku lokal ini diproduksi secara massal dan kebutuhan di dalam negeri dapat terpenuhi. Maka rencananya pihaknya hendak mengirimkan APD ini ke sejumlah negara yang membutuhkan.

"Apabila ini bisa kita produksi secara massal dan kebutuhan domestik bisa kita pnuhi, insyaallah kita bisa mengirimkan apd ini ke beberapa negra yang hari ini sangat membutuhkan. Kami menonton tv CNN, melihat di New York, bagaimana dokter dan perawat itu demo karena tidak ada APD," ujarnya.

Selain itu ia menambahkan, untuk distribusi masker, Presiden telah menyetujui penggunaan masker sebagaimana anjuran Menteri Luar Negeri (Menlu) yang didasarkan pada anjuran WHO bahwa masker untuk para tenaga medis, terutama dokter dan perawat tidak dipergunakan oleh orang biasa.

Sementara masyarakat umum, dianjurkan menggunakan masker yang berasal dari kain dan bisa diproduksi sendiri.

"Oleh karenanya Pak Presiden juga sudah menugaskan ke sejumlah kementerian menyampaikan pesan ke seluruh provinsi, lewat UMKM untuk bisa produksi masker. Sehingga kebutuhan masker tudak harus tergantung pusat dan tidak perlu menggunakan yang sertifikatnya dari WHO," tambahnya.
(maf)
Berita Terkait
BNPB Ajak 115 Organisasi...
BNPB Ajak 115 Organisasi Sinergi Penanggulangan Bencana dan Atasi Corona
Jangan Kaget jika Jumlah...
Jangan Kaget jika Jumlah Positif Corona Naik Pekan Depan, Ini Penyebabnya
Temukan Kasus Positif...
Temukan Kasus Positif Corona, Pemerintah Target Tes PCR 10 Ribu Per Hari
Saat Pandemi Corona,...
Saat Pandemi Corona, Banjir Terjang Ratusan Rumah di Sejumlah Wilayah
Perlindungan Tenaga...
Perlindungan Tenaga Kesehatan dan Pasien Upaya Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19
Kabar Baik, Pasien Sembuh...
Kabar Baik, Pasien Sembuh COVID-19 Tembus Angka 1.002 Orang
Berita Terkini
Ini Tampang Tersangka...
Ini Tampang Tersangka Baru Kasus MBG Memakai Rompi Tahanan Kejagung
Kepulangan Haji Capai...
Kepulangan Haji Capai 55 Persen, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Jemaah Haji Indonesia
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Infografis
2 Negara NATO akan Kirim...
2 Negara NATO akan Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved