Pengamat: Suksesor SBY Tak Pernah Jauh dari AHY dan Ibas
Jum'at, 13 Maret 2020 - 12:40 WIB
Pengamat: Suksesor SBY Tak Pernah Jauh dari AHY dan Ibas
A
A
A
JAKARTA - Partai Demokrat akan menggelar Kongres pada 14-15 Maret di Jakarta. Namun sehari jelang pelaksanaan Kongres, dinamika politik di internal partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu terbilang adem.
Sementara, isu mengenai bergabungnya mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang akan bergabung bahkan ikut berkompetisi menjadi calon ketua umum partai hanya sebatas isu yang diembuskan pihak-pihak yang diduga kontra dengan SBY. 9Baca juga: Parpol Beda dengan Klub Sepak Bola, Kebiasaan Comot Tokoh Tidak Baik )
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai, sudah dipastikan Kongres V Demokrat dan pemilihan calon ketum sejak awal memang tak ada dinamikanya.
"Suksesor SBY tak pernah jauh dari nama AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) dan Ibas (Edhie Baskoro Yudhoyono)," kata Adi saat dihubungi SINDOnews, Jumat (13/3/2020).
Dengan demikian, Adi menganggap wajar jika sehari jelang pelaksanaan Kongres belum ada satu tokoh atau internal kader Demokrat yang mendeklarasikan diri menjadi calon Ketum. (Baca juga: Kongres Demokrat Ajang Pertarungan AHY-EBY Memperebutkan Kursi Ketum )
Analis Politik asal UIN Jakarta itu meyakini calon Ketua Umum Demokrat bisa dipastikan dari trah Cikeas, yakni jika tidak AHY ya, Ibas. "Yang ramai (pemilihan) posisi sekjend karena persaingannya relatif terbuka. Siapa pun bisa jadi sekjen," ujarnya.
Sementara, isu mengenai bergabungnya mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang akan bergabung bahkan ikut berkompetisi menjadi calon ketua umum partai hanya sebatas isu yang diembuskan pihak-pihak yang diduga kontra dengan SBY. 9Baca juga: Parpol Beda dengan Klub Sepak Bola, Kebiasaan Comot Tokoh Tidak Baik )
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai, sudah dipastikan Kongres V Demokrat dan pemilihan calon ketum sejak awal memang tak ada dinamikanya.
"Suksesor SBY tak pernah jauh dari nama AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) dan Ibas (Edhie Baskoro Yudhoyono)," kata Adi saat dihubungi SINDOnews, Jumat (13/3/2020).
Dengan demikian, Adi menganggap wajar jika sehari jelang pelaksanaan Kongres belum ada satu tokoh atau internal kader Demokrat yang mendeklarasikan diri menjadi calon Ketum. (Baca juga: Kongres Demokrat Ajang Pertarungan AHY-EBY Memperebutkan Kursi Ketum )
Analis Politik asal UIN Jakarta itu meyakini calon Ketua Umum Demokrat bisa dipastikan dari trah Cikeas, yakni jika tidak AHY ya, Ibas. "Yang ramai (pemilihan) posisi sekjend karena persaingannya relatif terbuka. Siapa pun bisa jadi sekjen," ujarnya.
(poe)