WHO Tetapkan Corona Jadi Pandemi, Ini Respons Pemerintah

Jum'at, 13 Maret 2020 - 04:36 WIB
WHO Tetapkan Corona...
WHO Tetapkan Corona Jadi Pandemi, Ini Respons Pemerintah
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan dengan adanya ketetapan Badan Kesehatan Dunia atau WHO yang menetapkan Corona sebagai pandemi global, artinya virus ini bisa menyerang siapa saja dan setiap negara diharuskan melakukan antisipasi.

Apalagi, sudah 114 negara yang terserang virus tersebut dan menimbulkan kematian yang cukup banyak. “Semua harus memberikan antisipasi dan memberi respons,” katanya di Kantor Presiden, Kamis (13/3/2020). (Baca juga: Dua Pasien Meninggal Dunia di RSPI, Spesimennya Masih Diperiksa)

Dia mengatakan dengan adanya ketetapan ini dipastikan kewaspadaan dunia meningkat. Dimana banyak negara akan meninjau kembali visa kunjungan antarnegara. “Kami tunggu kebijakan Kemlu seperti apa untuk kita. Tapi artinya tidak lagi dunia memberi kemudahan pergerakan orang dari suatu negara ke negara lain. Tujuannya mengurangi penyebaran,” ungkapnya. (Baca juga: Satu Pasien Suspect Corona Meninggal Dunia di RSUD Moewardi Solo)

Kemudian adanya ketetapan pandemi global akan memberikan konsekuensi yakni semua negara bersiap-siap. Dalam hal ini semua negara akan berusaha mengamankan sarana dan prasarana kesehatan untuk kepentingannya. “Mereka akan menyiapkan berbagai macam perangkat, mengamankan stok masker, APD (alat pelindung diri). Masing-masing negara akan mengamankan jumlah yang dianggap cukup. Termasuk dalam konteks ini mengamankan jumlah kebutuhan kit laboratorium pemeriksaan,” paparnya.

Namun begitu Yuri memastikan berbagai sarana dan prasarana kesehatan telah disiapkan. Setidaknya terdapat 10.000 kit untuk pemeriksaan laboratorium. Dimana pemerintah masih berencana untuk menambahkannya. “Di beberapa kesempatan dari beberapa BUMN/BUMD kita punya kurang lebih 15 juta masker. Tapi ini bukan jumlah yang kita anggap kurang ataupun kita anggap cukup. Bukan. Artinya kita sudah punya stok,” ujarnya.

Dia menegaskan, hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mengendalikan penularan dengan maksimal. Maka dari itu dia akan semakin mengintesifkan penelusuran kontak atau contact tracking.

“Contact tracking harus lebih kencang dan berusaha cari kasus positif untuk kemudian kita isolasi. Oleh karena itu dalam beberapa kasus maka kita mulai mendapatkan laporan-laporan dari daerah tentang PDP (pasien dalam pengawasan) yang semakin meningkat. Sudah barang tentu ini pintu mencari kemungkinan munculnya kasus positif yang bisa jadi pegangan kita untuk mengendalikan kontak,” jelasnya.
(cip)
Berita Terkait
Ahmad Yurianto Sebut...
Ahmad Yurianto Sebut 193.571 Orang Berstatus ODP dan 17.754 PDP Corona
Kutip WHO, Yuri: Virus...
Kutip WHO, Yuri: Virus Covid-19 Tidak Akan Hilang dengan Mudah dan Cepat
Paket Kepemimpinan Kemenkes...
Paket Kepemimpinan Kemenkes Harus Bisa Rangkul Jajaran dan Fokus ke Corona
Jokowi Minta Petani...
Jokowi Minta Petani Tetap Berproduksi dengan Perhatikan Protokol Kesehatan
Doni Minta Kualitas...
Doni Minta Kualitas dan Kuantitas Laboratorium Kementerian Ditingkatkan
Bebani Masyarakat, PAN...
Bebani Masyarakat, PAN Desak Pemerintah Batalkan Kenaikan BPJS Kesehatan
Berita Terkini
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved