Konjen RI di Jeddah Ungkap Kondisi Terkini di Arab Saudi

Sabtu, 07 Maret 2020 - 13:18 WIB
Konjen RI di Jeddah...
Konjen RI di Jeddah Ungkap Kondisi Terkini di Arab Saudi
A A A
JAKARTA - Kehidupan di Kota Suci Makkah dan Madinah berjalan seperti biasa meski tengah dilakukan pencegahan virus Corona secara komprehensif. Tidak ada kepanikan berlebihan di tengah masyarakat dan kegiatan beribadah juga masih berjalan normal.

"Kehidupan relatif normal, tidak ada aksi borong-borong bahan makanan atau masker. Memang warga di sini mulai mencari masker, tapi tetap tenang," kata Konsul Jenderal (Konjen) Republik Indonesia di Jeddah, Arab Saudi, Eko Hartono saat dihubungi SINDOnews, Jumat 6 Maret 2020 malam.

Untuk diketahui, Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan kebijakan menutup Masjidilharam di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah pada malam hari, yakni satu jam setelah salat Isya hingga satu jam sebelum salat fajar. Penutupan itu dilakukan untuk menjaga kebersihan dua masjid dari penyebaran virus Corona.

Meski ada penutupan, dia memastikan kegiatan ibadah di Masjidilharam masih berjalan lancar. Termasuk jamaah asal Indonesia juga tetap bisa melaksanakan rukun dan wajib umrah. Di luar jam penutupan, warga Saudi, jamaah umrah dan mukimin bebas masuk ke dalam Masjidilharam tanpa harus melewati screening yang ketat.

"Enggak ada (penyemprotan atau pengukuran suhu tubuh). Tidak ada penjagaan yang terlalu ketat. Paling ada mobil ambulance, polisi yang standby," kata Eko. (Baca juga: Area Tawaf di Sekeliling Kakbah Kembali Dibuka )

Menurutnya, hingga saat ini masih ada sekitar 10.000 jamaah umrah asal Indonesia di Arab Saudi. Mereka akan kembali ke Tanah Air diperkirakan terakhir pada 15 Maret nanti. Dia memastikan semuanya sehat dan bisa beribadah dengan lancar.

"Setelah itu kemungkinan kosong, sebab hingga saat ini belum ada keputusan apapun terkait masa penangguhan umrah atau pun terkait haji dari pemerintah Arab Saudi," katanya. (Baca juga: Eks Intel CIA Curiga Virus Corona Dibuat AS dan Israel )

Dia yakin langkah yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi saat ini adalah bagian dari persiapan pelaksanaan ibadah haji. Permasalahan yang dimungkinkan muncul pada masa umrah dibenahi dari awal, sehingga nanti ketika masa haji tiba, semuanya telah siap dengan segala antisipasinya. "Saya kira ini yang dilakukan, karena menyangkut kemaslahatan umat," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Dampak Corona, Masjidilharam...
Dampak Corona, Masjidilharam Lockdown hingga 21 Juni, Umrah Masih Dihentikan
Kemenag Pastikan Tidak...
Kemenag Pastikan Tidak Ada Dana Jamaah Haji untuk Penanganan Corona
Jelang Keputusan Penyelenggaraan...
Jelang Keputusan Penyelenggaraan Haji, Saudi Survei 25 Negara Pengirim
Kemenag Siapkan Tata...
Kemenag Siapkan Tata Cara Manasik Haji lewat Online, Televisi, dan Radio
Pembatasan di Masjidilharam...
Pembatasan di Masjidilharam Hingga 21 Juni, Umrah Masih Dihentikan
Pandemi Corona, Kemenag...
Pandemi Corona, Kemenag Pangkep Gelar Manasik Haji Daring
Berita Terkini
Menag Sebut Pesantren...
Menag Sebut Pesantren Sekolah Paling Aman Dunia dan Akhirat
Said Aqil Siradj: Kebangkitan...
Said Aqil Siradj: Kebangkitan Umat Harus Dimulai dari Penguatan Iman yang Hakiki
Dharma Pongrekun Tanggapi...
Dharma Pongrekun Tanggapi Kemenkes: Kalau Semua Sudah Konstitusional, Mengapa Masih Perlu Meyakinkan Publik?
PM Singapura Lawrence...
PM Singapura Lawrence Wong Bertemu Presiden Prabowo Besok, Ini yang Dibahas
IM57+ Desak KPK Usut...
IM57+ Desak KPK Usut Tuntas Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut
Wamenkomdigi Sebut 3...
Wamenkomdigi Sebut 3 dari 5 Anak Palsukan Usia untuk Akses Medsos
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved