Jokowi Targetkan Kemiskinan 0%, Politikus PKB: Sah-sah Saja

Rabu, 04 Maret 2020 - 21:37 WIB
Jokowi Targetkan Kemiskinan...
Jokowi Targetkan Kemiskinan 0%, Politikus PKB: Sah-sah Saja
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan bisa menurukan angka kemiskinan secara ekstrem hingga angka 0% pada 2024 mendatang. Data Bank Dunia, jumlah penduduk yang sangat miskin sebanyak 9,9 juta jiwa atau 3,371%.

Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq mengatakan, target berapa pun yang ditetapkan pemerintah untuk menghapuskan kemiskinan ekstrem itu dinilai sah-sah saja, tetap yang lebih penting bagaimana melakukan verifikasi data kemiskinan.

"Karena banyaknya program pengentasan kemiskinan yang tidak tepat sasaran itu karena memang datanya tidak valid. Sekali lagi tugas pemerintah yang terpenting adalah melakukan validasi data," ujarnya di Jakarta, Rabu (4/3/2020). (Baca juga: Jokowi Targetkan Jumlah Kemiskinan Ekstrem di Angka 0 Tahun 2024 )

Hal kedua yang harus menjadi perhatian, kata Maman, sinergitas antarlembaga, baik Kementerian Sosial, Kementerian Desa dan beberapa kementerian lain, harus betul-betul berjalan.

"Target pemerintah di 2024 itu agak sulit tercapai bila dua hal itu tidak dilakukan dulu. Validasi data dan sinkronisasi antarlembaga itu dua kata kuncinya," urainya.

Maman mencontohkan persoalan yang terjadi di BPJS Kesehatan saat ini adalah bukti persoalan validasi data dan sinkronisasi antarlembaga menjadi persoalan serius. "Dua hal itu yang menjadi problem bagi pemerintahan Jokowi," kata politikus PKB ini.

Menurut Maman, sejumlah program pengentasan kemiskinan yang dilakukan Pemerintah Jokowi sebenarnya sudah baik, namun pada tataran implementasi masih banyak kendala yang terlihat di daerah seperti banyak program yang tidak tepat sasaran.

"Banyak evaluasi data yang misalnya di Sumedang, ada pengurangan jumlah bantuan. Terpenting ada orang yang terus-menerus menjadi penerima bantuan padahal dia sebenarnya sudah keluar dari zona itu," paparnya.

Maman mengatakan sikap mental tentang kemiskinan itu intinya sederhana. Jangan jadikan kemiskinan dan orang miskin sebagai sebuah komoditas sehingga pemerintah itu harus fokus pada verifikasi data dan sinergitas antarlembaga.
(dam)
Berita Terkait
Selain Wapres, Jokowi...
Selain Wapres, Jokowi Disarankan Aktifkan Ma'ruf Amin Jadi Penasihat
Wapres Ma’ruf Amin...
Wapres Ma’ruf Amin Pimpin Pemerintahan Sementara, Jubir Sebut Tidak Ada Persiapan Khusus
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Istana Buka Kemungkinan...
Istana Buka Kemungkinan Reshuffle Kabinet Sebelum 2020 Berakhir
Jejak Reshuffle Kabinet...
Jejak Reshuffle Kabinet Era Jokowi-Ma'ruf Amin
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved