Perusahaan Penyelenggara Umrah Berpotensi Merugi Rp2,5 Triliun

Sabtu, 29 Februari 2020 - 14:26 WIB
Perusahaan Penyelenggara...
Perusahaan Penyelenggara Umrah Berpotensi Merugi Rp2,5 Triliun
A A A
JAKARTA - Keputusan Pemerintah Arab Saudi yang menangguhkan sementara semua perjalanan umrah berimbas kepada penjualan paket umrah. Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah, Joko Asmoro mengungkapkan potensi kerugian paket umrah akibat keputusan Pemerintah Arab Saudi itu sekitar Rp2-2,5 triliun per bulan.

"Potensi penerimaan penjualan dalam arti, itu adalah dalam satu bulan itu Rp2-2,5 triliun," ujar Joko dalam diskusi Polemik MNC Trijaya Network bertajuk 'Mengukur Efek Korona: Siapkah Kita?' di Hotel Ibis Tamarin, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (29/2/2020).

Karena, kata dia, biaya umrah minimum Rp20 Juta. Kemudian, setiap bulannya ada sekitar 100.000 calon jamaah umrah Indonesia yang berangkat ke Arab Saudi. "Berarti sekitar Rp2,5 triliun setiap bulan," ujarnya.

Dia pun mengakui kerugian itu komponennya banyak, salah satunya jasa tenaga kerja. "Ya luar biasa ya, yang kami maksud adalah para tenaga kerja, tetapi Insya Allah lah, kita memahami bahwa ini pelayanan ibadah," ujarnya.

Dia pun mengaku telah mengimbau para penyelenggara umrah lainnya di seluruh Indonesia. "Saya tegaskan juga ke teman-teman ke penyelenggara umrah di seluruh Indonesia untuk memahami kondisi karena keamanan nomor satu," ujarnya.

Di samping itu, Joko menuturkan, saat ini ada sekitar 50.000-an calon jamaah umrah yang sudah mengantongi visa. "Kan kemarin ada 2.393 orang yang tidak bisa berangkat dari Bandara Soekarno Hatta," tuturnya.(Baca: DPR Minta Pemerintah Tegaskan Bebas Virus Corona ke Arab Saudi)

Kemudian, ada sebanyak 1.685 orang calon jamaah umrah yang sudah terbang dari Indonesia, namun tidak bisa masuk ke Arab Saudi. Sehingga, mereka kembali lagi ke Tanah Air dari negara transit.

Diketahui, Pemerintah Arab Saudi menangguhkan sementara semua perjalanan umrah. Keputusan larangan sementara itu diumumkan secara resmi oleh Kementerian Luar Negeri Arab Saudi di Twitter pada Kamis 27 Februari 2020 dini hari. Dalam pengumumannya, Pemerintah Arab Saudi mengaku khawatir pada penyebaran penyakit COVID-19 asal Wuhan, China.
(whb)
Berita Terkait
Dampak Corona, Masjidilharam...
Dampak Corona, Masjidilharam Lockdown hingga 21 Juni, Umrah Masih Dihentikan
Kemenag Pastikan Tidak...
Kemenag Pastikan Tidak Ada Dana Jamaah Haji untuk Penanganan Corona
Jelang Keputusan Penyelenggaraan...
Jelang Keputusan Penyelenggaraan Haji, Saudi Survei 25 Negara Pengirim
Kemenag Siapkan Tata...
Kemenag Siapkan Tata Cara Manasik Haji lewat Online, Televisi, dan Radio
Pembatasan di Masjidilharam...
Pembatasan di Masjidilharam Hingga 21 Juni, Umrah Masih Dihentikan
Pandemi Corona, Kemenag...
Pandemi Corona, Kemenag Pangkep Gelar Manasik Haji Daring
Berita Terkini
Analisis Kritis dan...
Analisis Kritis dan Metodologis Terkait Dugaan Under-Invoicing di Sektor Sawit
Soal Sosok Konglomerat...
Soal Sosok Konglomerat Tan Kian di Kasus Febrie Adriansyah, Polri: Saksi, Bukan Ditahan
Mahfud MD: Pelimpahan...
Mahfud MD: Pelimpahan Penyidikan Kasus Febrie Adriansyah Tidak Ada Dalam KUHAP
Forbes NU 26 Sampaikan...
Forbes NU 26 Sampaikan Sembilan Rekomendasi ke PBNU
Indonesia Darurat Korupsi,...
Indonesia Darurat Korupsi, Senator Filep Desak RUU Perampasan Aset Disahkan
4 Kombes Pol Dimutasi...
4 Kombes Pol Dimutasi Jadi Penyidik Kortas Tipidkor pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved