Usulan Partai Islam Tunggal Dinilai Mission Impossible

Jum'at, 28 Februari 2020 - 09:16 WIB
Usulan Partai Islam...
Usulan Partai Islam Tunggal Dinilai Mission Impossible
A A A
JAKARTA - Direktur Politik Hukum Wain Advisory Indonesia, Sulthan Muhammad Yus menyatakan diskursus partai politik Islam tunggal guna menemukan formulasi terbaik agar bisa menguasai politik nasional merupakan hal yang wajar-wajar saja.

"Akan tetapi ini mission impossible," ujar Sulthan menanggapi usulan Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin yang mengusulkan partai Islam tunggal kepada SINDOnews, Jumat (28/2/2020). (Baca juga: Din Syamsuddin Usulkan Partai Politik Islam Tunggal )

Sulthan menganggap menyatukan ormas-ormas Islam saja sukar terjadi, apalagi partai politik yang isinya adalah percampuran ide dan pragmatisme kekuasaan.

"Sepanjang sejarah pemilu di Indonesia, partai politik Islam tidak pernah menjadi pemenang. Apakah hal itu dikarenakan partai nasionalis cuma satu? Kan tidak demikian," jelasnya.

Lebih lanjut lulusan Fakultas Syariah UIN Jakarta ini menuturkan, hampir di setiap era mulai dari Orde Lama hingga 22 tahun sudah Reformasi berjalan, umat Islam dengan sekian banyak kelompok itu cenderung selalu terpecah.

Menurutnya, semua bisa melihat sejarah antara Partai Masyumi dengan Partai NU. Hingga saat ini genetika dua kelompok politik Islam itu mendominasi kader di setiap partai berbasis Islam. Bahkan ada juga kader NU di partai nasionalis.

"Saya melihat bahwa evaluasi terbesar justru di internal partai Islam yang masih eksis saat ini. Sebenarnya apa goal politik mereka partai Islam," tutur dia.

Kata Sulthan, sampai saat ini dirinya belum melihat ada pembeda antara partai Islam dengan partai berbasis nasionalis kebangsaan. Sehingga, jika ide saja sulit bertemu apalagi dalam ruang-ruang pragmatis.

Dengan demikian, ia menilai saat ini tidak terlalu penting lagi adanya partai politik berbasis agama. Jika yang menghuni cabang-cabang kekuasaan memahami secara komprehensif Pancasila dan konstitusi Indonesia.

"Prinsipnya adalah setiap orang harus difasilitasi oleh negara untuk menjalankan agamanya tanpa terkecuali. Di pikiran saya Politik Islam itu goalnya 'maqasid syariah. Substansi 'maqasid syariah' telah teratifikasi secara baik dalam pancasila dan konstitusi," imbuh lulusan S2 UGM ini.

Sulthan menambahkan, justru yang harus dikawal itu perilaku penguasanya, mau dari partai mana pun mereka berasal, supaya menjalankan kekuasaannya berdasarkan prinsip negara hukum bukan negara kekuasaan. (Baca juga: Partai Islam di Indonesia Sudah Menjelma Menjadi Partai Sekuler ).

"Dengan demikian insya Allah umat Islam Indonesia bisa merasakan 'Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Fatwa MUI: Salam Lintas...
Fatwa MUI: Salam Lintas Agama Bukanlah Makna Toleransi
Din Syamsuddin: Yang...
Din Syamsuddin: Yang Berani Membubarkan MUI Berhadapan dengan Umat Islam
Penembakan Kantor MUI...
Penembakan Kantor MUI Teror bagi Umat Islam, Motif Harus Diusut Tuntas
Peran MUI sebagai Takmil...
Peran MUI sebagai Takmil al-Kamil
MUI: 10 Prinsip Islam...
MUI: 10 Prinsip Islam Wasathiyah Modal Penting Lawan Terorisme dan Ekstremisme
Setengah Abad MUI Berkhidmat
Setengah Abad MUI Berkhidmat
Berita Terkini
Menag Sebut Pesantren...
Menag Sebut Pesantren Sekolah Paling Aman Dunia dan Akhirat
Said Aqil Siradj: Kebangkitan...
Said Aqil Siradj: Kebangkitan Umat Harus Dimulai dari Penguatan Iman yang Hakiki
Dharma Pongrekun Tanggapi...
Dharma Pongrekun Tanggapi Kemenkes: Kalau Semua Sudah Konstitusional, Mengapa Masih Perlu Meyakinkan Publik?
PM Singapura Lawrence...
PM Singapura Lawrence Wong Bertemu Presiden Prabowo Besok, Ini yang Dibahas
IM57+ Desak KPK Usut...
IM57+ Desak KPK Usut Tuntas Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut
Wamenkomdigi Sebut 3...
Wamenkomdigi Sebut 3 dari 5 Anak Palsukan Usia untuk Akses Medsos
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved