PKS Ingatkan Jokowi soal Pejabat yang Suka Bikin Gaduh

Jum'at, 14 Februari 2020 - 10:42 WIB
PKS Ingatkan Jokowi...
PKS Ingatkan Jokowi soal Pejabat yang Suka Bikin Gaduh
A A A
JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman meminta Presiden Joko Widodo mengambil sikap terhadap pejabat yang kerap membuat kegaduhan.

Sohibul tidak ingin Jokowi gagal memimpin negeri ini hanya karena kegaduhan yang dibuat para pejabat. Menurut dia, PKS memiliki tugas berat yang sama dengan pemerintah, yakni menyejahterakan rakyat.

Pak Jokowi, sebaiknya bapak kurangi beban politik daru pembantu-pembantu yang suka bikin gaduh. Saya ada di kubu politik berbeda tapi tidak ingin bapak gagal memimpin Indonesia gara-gara kegaduhan mereka. Saya mitra politik dalam menjayakan NKRI dan menyejahterakan rakyat. Kita memiliki tugas berat yang sama," kata Sohibul melalui akun Twitternya, @msi_sohibuliman, Kamis 13 Februari 2020. (Baca juga: PKS Ungkap Tiga Kesalahan Fatal Kepala BPIP )

Sebelumnya, Sohibul menilai masih adanya prilaku pejabat di Indonesia yang bertindak semaunya tanpa merasa ada memiliki pertanggungjawaban terhadap publik.

Padahal, menurut dia, salah satu fatsun pejabat adalah memiliki perasaan semakin berkuasa semakin tidak leluasa.

"Itu salah satu fatsun pejabat publik. Pejabat publik adalah mereka yang diberi wewenang ngelola urusan-urusan publik. Agar tidak ada benturan kepentingan maka pejabat harus rela nekan hasrat-hasrat pribadi dan keluarga, termasuk hasrat bicara sembarangan. Apalagi hasrat hidup glamor," kata Sohibul Iman.

Namun realita di Indonesia, kata dia, fatsunnya justru terbalik. Semakin memiliki kekuasaan, bertindak semakin leluasa, termasuk dalam berbicara dan membuat gaduh.

Tidak hanya membuat gaduh, kata dia, sikap semakin berkuasa ditunjukkan pejabat dengan melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme.

"Memang realita di Indonesia sepertinya fatsun terbalik,'makin berkuasa makin leluasa'. Merasa leluasa denga kekuasaannya maka banyak pejabat bertindak semaunya, termasuk asal bicara, bikin gaduh (hoax), korupsi, kolusi, nepotisme dan lain-lain. Tidak merasa ada 'pertanggung jawaban publik'," kata Sohibul
(dam)
Berita Terkait
PKS Gelontorkan Bantuan...
PKS Gelontorkan Bantuan untuk Warga Jateng
Daftar Lengkap Susunan...
Daftar Lengkap Susunan Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah PKS Periode 2025-2030
Profil Singkat 3 Kader...
Profil Singkat 3 Kader PKS yang Berpeluang Ramaikan Pilpres 2024
Ketua Majelis Syura...
Ketua Majelis Syura PKS Periode 2025-2030 Ditentukan Pekan Ini
Anis Buka-bukaan soal...
Anis Buka-bukaan soal Misi Besar PKS
PKS Nilai Survei Kepercayaan...
PKS Nilai Survei Kepercayaan Publik ke Pemerintah Menurun Harus Jadi Alarm
Berita Terkini
Prabowo Kembali Ingatkan...
Prabowo Kembali Ingatkan untuk Hentikan Korupsi, Penyelundupan, Narkoba, hingga Judi
Maruf Cahyono Gunakan...
Maruf Cahyono Gunakan Uang Gratifikasi untuk Renovasi Rumah dan Biayai Resepsi Pernikahan Anak
Yusril Minta Perpres...
Yusril Minta Perpres Pertahanan Negara Dipahami Utuh: Tidak Secara Khusus Berbicara mengenai LBGTQ
Menhut Siapkan Generasi...
Menhut Siapkan Generasi Baru Pemimpin Kehutanan melalui Penguatan SDM
Mantan Sekjen MPR Maruf...
Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Minta Fee Proyek Pakai Istilah Uang Assalammualaikum
Kejagung Hormati Penggeledahan...
Kejagung Hormati Penggeledahan 12 Titik oleh Polri
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved