Bappenas Sebut Data Akurasi Angka Kemiskinan Simpangsiur

Kamis, 13 Februari 2020 - 16:35 WIB
Bappenas Sebut Data...
Bappenas Sebut Data Akurasi Angka Kemiskinan Simpangsiur
A A A
JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan, Sensus Penduduk 2020 akan mengatasi keimpangsiuran data terutama data kemiskinan penduduk Indonesia.

Hal ini dikatakan Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Bappenas, Pungky Sumadi dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 bertajuk ‘SP2020: Satu Data Indonesia’ bertempat di Ruang Serbaguna Roeslan Abdulgani, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta (13/2/2020).

"Yang paling nyata dari adanya Sensus Penduduk kali ini adalah kita mendapatkan data kemiskinan penduduk. Karena permasalahan di Indonesia saat ini adalah kesimpangsiuran data kemiskinan," ungkap Pungky Sumadi.

(Baca juga: Sensus Penduduk 2020 Libatkan Partisipasi Milenial)

Pungky menjelaskan, ketika ingin memberikan program bantuan, kerap disalahkan kita yang disalahin. Kenapa? Angka kemiskinan biasanya lebih besar. Karena, problem saat ini adalah untuk data kemiskinan data akurasinya semakin rendah.

"Sehingga harus ada kolaborasi dari pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan akurasi data ini. Jadi, kolaborasi yang luar biasa antar data Dukcapil dengan BPS untuk sensus tahun ini akan menjadi terobosan baru," jelas Pungky.

Harapannya, dengan data sensus penduduk dari BPS, kata Pungky Indonesia memiliki data akurat mengenai kemiskinan di Indonesia.

"Jadi, tidak akan ada elemen yang kurang dari kolaborasi ini. Sehingga ketika nanti data yang sudah diambil oleh BPS dan dikembalikan kepada Dukcapil akan bisa digunakan dalam perencanaan Indonesia kedepan," tegasnya.

Dari hasil sensus ini, kata Pungky pemerintah baik pusat maupun daerah untuk pengambilan kebijakan. "Kita bisa lihat perkembangannya berapa orang pindah yang melakukan pola migrasi dari suatu tempat ke tempat lain," jelasnya.

"Kelahiran maupun kematian. Sehingga bisa untuk menentukan total fertility rate dari mortalitasnya. Hal ini penting untuk kita agar melihat data ini bisa dilakukan kebijakan-kebijakan lanjutan yang bisa diambil," tambahnya.

Karena diakuinya, ada lima provinsi di Indonesia ini akan mengalami bonus demografi. "Nah secepat apasih itu, kalau cepat ini apa yang kita bisa lakukan? Kemudian bagaimana dengan provinsi yang lain? Itu akan bisa ketahuan ketika data yang telah diambil oleh BPS dikembalikan kepada Dukcapil," ucap Pungky.
(maf)
Berita Terkait
Bappenas-KSI Luncurkan...
Bappenas-KSI Luncurkan Manajemen Pengetahuan Perencanaan Pembangunan
Target Kemiskinan Ekstrem...
Target Kemiskinan Ekstrem Berkurang 3 Juta Orang, Kepala Bappenas Ungkap Beragam Jurusnya
Bappenas: Sinkronisasi...
Bappenas: Sinkronisasi Program Wujudkan Pembangunan yang Merata di Papua
Pasca Pandemi, Ini Empat...
Pasca Pandemi, Ini Empat Fokus Pembangunan Pemerintah di 2021
Sasaran Pembangunan...
Sasaran Pembangunan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19
Baznas Komitmen Kelola...
Baznas Komitmen Kelola ZIS untuk Pembangunan Nasional dan Pengentasan Kemiskinan
Berita Terkini
Prabowo Sambut Jabat...
Prabowo Sambut Jabat Tangan Erat Kedatangan PM Singapura di Istana Merdeka
3 Polisi Gugur di Tangan...
3 Polisi Gugur di Tangan Sindikat Narkoba, Pakar Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku
Prabowo dan PM Singapura...
Prabowo dan PM Singapura Bakal Teken 26 MoU dalam Leaders' Retreat di Istana Merdeka
Usai Ramai Amplop dari...
Usai Ramai Amplop dari Bupati Kuansing, Menhut Lapor Penolakan Gratifikasi ke KPK
Oleh Soleh Dukung Perpres...
Oleh Soleh Dukung Perpres 111/2025: LGBTQ Sudah Jadi Ancaman Nonmiliter
Mengenang Suami Pertama...
Mengenang Suami Pertama Megawati dengan Tabur Bunga dan Tahlil
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved