Bara Sebut Kemenangan Zulhas Lepaskan Ketergantungan PAN pada Amien Rais
Rabu, 12 Februari 2020 - 10:55 WIB
Bara Sebut Kemenangan Zulhas Lepaskan Ketergantungan PAN pada Amien Rais
A
A
A
KENDARI - Kemenangan Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum (Ketum) PAN periode 2020-2025 tanpa restu pendiri PAN Amien Rais, dinilai sebagai kesuksesan sebagian kader dalam melepaskan ketergantungan terhadap Amien Rais. (Baca juga: Membaca Arah Politik PAN Pasca Kembali Terpilihnya Zulkifli Hasan)
“Bahwa mulai dari sekarang kita betul-betul terlepas dari ketergantungan satu orang (Amien Rais). Jadi PAN bisa jadi suatu partai politik yang modern di mana pemimpin utamanya itu satu yaitu ketua umum. Tidak terbelenggu oleh satu sosok yang begitu mendominasi selama ini sehingga menjadi dual kepemimpinan, kepemimpinan ganda,” kata Wakil Ketum PAN periode 2015-2020 Bara Hasibuan di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (12/2/2020).
Bara melihat, ini merupakan satu sejarah di PAN. Dia memberikan apresiasi kepada para pengurus daerah dan para pemilik suara yang sudah menyatakan sikap. Karena, dengan memilih Zulkifli Hasan, mereka juga berani bersikap indepen dari satu tokoh yang selama ini mendominasi PAN dan menghambat perkembangan PAN. (Baca juga: PKS Harap PAN Tetap Kritis ke Pemerintah)
“Jelas sekali pada waktu Pak Zul menyatakan maju kembali dan ketika dia meyakinkan para pengurus daerah, tingkat provinsi dan kabupaten bahwa dia mempunyai atensi untuk kembali dan memimpin kembali PAN lima tahun ke depan,” ucapnya.
Menurut Bara, kala itu, Zulhas juga secara tegas menyatakan sikap berbeda dengan Amien Rais karena tetap mencalonkan diri. Sehingga, dengan terpilihnya kembali Zulhas yang berani bersikap independen dari Amien secara otomatis PAN melepas ketergantungan terhadap Amien. “Itu memang dibutuhkan mendesak PAN. Bagaimana kita lepas dari ketergantungan, hegemoni satu orang yang memang selama ini membuat PAN tidak bisa berkembang,” ucap Bara.
Adapun 225 pemilih yang tidak memilih Zulhas, dia menuturkan Zulhas sudah menegaskan dalam pidato kemenangannya bahwa Zulhas akan merangkul semua pihak dan menjadi pemimpin PAN untuk semuanya, bukan hanya untuk para pemilihnya saja.“Saya yakin bahwa Pak Zul mempunyai komitmen untuk itu,” imbuhnya.
Lebih dari itu, mantan anggota Komisi VII DPR ini juga menyambut baik bergabungnya Hatta Rajasa karena bagaimanapun Hatta adalah salah satu aset PAN. Dengan bergabungnya Hatta Rajasa menjadi Ketua Majelis Penasihat Partai (MPP) PAN akan menambah energi baru bagi PAN. “Tentu saja kontribusinya nanti sebagai Ketua MPP itu sangat dibutuhkan dan sangat berarti pertumbuhan partai ini ke depan,” tandasnya.
“Bahwa mulai dari sekarang kita betul-betul terlepas dari ketergantungan satu orang (Amien Rais). Jadi PAN bisa jadi suatu partai politik yang modern di mana pemimpin utamanya itu satu yaitu ketua umum. Tidak terbelenggu oleh satu sosok yang begitu mendominasi selama ini sehingga menjadi dual kepemimpinan, kepemimpinan ganda,” kata Wakil Ketum PAN periode 2015-2020 Bara Hasibuan di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (12/2/2020).
Bara melihat, ini merupakan satu sejarah di PAN. Dia memberikan apresiasi kepada para pengurus daerah dan para pemilik suara yang sudah menyatakan sikap. Karena, dengan memilih Zulkifli Hasan, mereka juga berani bersikap indepen dari satu tokoh yang selama ini mendominasi PAN dan menghambat perkembangan PAN. (Baca juga: PKS Harap PAN Tetap Kritis ke Pemerintah)
“Jelas sekali pada waktu Pak Zul menyatakan maju kembali dan ketika dia meyakinkan para pengurus daerah, tingkat provinsi dan kabupaten bahwa dia mempunyai atensi untuk kembali dan memimpin kembali PAN lima tahun ke depan,” ucapnya.
Menurut Bara, kala itu, Zulhas juga secara tegas menyatakan sikap berbeda dengan Amien Rais karena tetap mencalonkan diri. Sehingga, dengan terpilihnya kembali Zulhas yang berani bersikap independen dari Amien secara otomatis PAN melepas ketergantungan terhadap Amien. “Itu memang dibutuhkan mendesak PAN. Bagaimana kita lepas dari ketergantungan, hegemoni satu orang yang memang selama ini membuat PAN tidak bisa berkembang,” ucap Bara.
Adapun 225 pemilih yang tidak memilih Zulhas, dia menuturkan Zulhas sudah menegaskan dalam pidato kemenangannya bahwa Zulhas akan merangkul semua pihak dan menjadi pemimpin PAN untuk semuanya, bukan hanya untuk para pemilihnya saja.“Saya yakin bahwa Pak Zul mempunyai komitmen untuk itu,” imbuhnya.
Lebih dari itu, mantan anggota Komisi VII DPR ini juga menyambut baik bergabungnya Hatta Rajasa karena bagaimanapun Hatta adalah salah satu aset PAN. Dengan bergabungnya Hatta Rajasa menjadi Ketua Majelis Penasihat Partai (MPP) PAN akan menambah energi baru bagi PAN. “Tentu saja kontribusinya nanti sebagai Ketua MPP itu sangat dibutuhkan dan sangat berarti pertumbuhan partai ini ke depan,” tandasnya.
(cip)