ICW: Usai Gelar OTT, Rossa Bukan Diapresiasi Malah Dipulangkan

Sabtu, 08 Februari 2020 - 07:01 WIB
ICW: Usai Gelar OTT,...
ICW: Usai Gelar OTT, Rossa Bukan Diapresiasi Malah Dipulangkan
A A A
JAKARTA - Koordinator Divisi Hukum Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama S Langkun menyayangkan dikembalikannya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni Kompol Rossa Purbo Bekti ke Polri.

Hal tersebut, kata Tama, sangat bertolakbelakang dengan upaya penindakan yang dilakukan lembaga antikorupsi itu. Sebab, Rossa sendiri diketahui masa tugasnya di KPK masih hingga September 2020 nanti.

(Baca juga: Pimpinan KPK Sebut Rossa Bukan Penyidik Kasus Harun Masiku)


Namun Pimpinan KPK memulangkannya ke Polri dengan dalih Polri telah menarik Rossa. "Kami sangat menyayangkan apa yg dilakukan oleh pimpinan, dalam bayangan saya itu dia bertolak belakang dengan upaya-upaya penindakan yang sekarang KPK lakukan," ujar Tama di Sekretariat DN-PIM, Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Tama mengatakan, seharusnya Kompol Rossa mendapat perlindungan sebagai orang yang tengah menyelidiki kasus. Namun, pada kenyataan, Kompol Rossa malah dikembalikan ke Polri padahal yang bersangkutan sedang menyelidiki kasus korupsi.

"Bagaimana mungkin kemudian, penyidik yang sekarang sedang terlibat, sedang mengurus perkara di KPK, dia melakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) dengan timnya, bukan kemudian mendapat perlindungan, apresiasi, justru malah dikembalikan tanpa pertimbangan yang jelas," katanya.

Tama juga menyayangkan pernyataan tak tegas dari Polri soal penarikan Kompol Rosa dari KPK. Menurutnya, ditariknya Rosa dari KPK sebagai upaya untuk membuat salah satu kasus korupsi tidak terungkap.

"Hal ini sudah tergambar di ruang publik. pernyataan resmi dari kepolisian yang mengatakan bahwa tidak menarik, walaupun sempat diralat, itu menurut saya juga menkadi bukti bahwa upaya-upaya pengembalian penyidik ini merupakan cara untuk membuat perkara ini tidak terungkap," tuturnya.
(maf)
Berita Terkait
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
Kinerja KPK Selama 2025,...
Kinerja KPK Selama 2025, 11 OTT hingga Pulihkan Aset Rp1,53 Triliun
OTT Hanya Dua Kali dalam...
OTT Hanya Dua Kali dalam 6 Bulan, KPK: Penjahatnya Lebih Pintar
Breaking News: KPK Gelar...
Breaking News: KPK Gelar OTT Jakarta dan Bekasi, Pejabat Negara Ditangkap
OTT di Jakarta dan Semarang,...
OTT di Jakarta dan Semarang, KPK Amankan Pejabat Perkeretaapian
Hanya Tangkap 5 Orang,...
Hanya Tangkap 5 Orang, KPK Akui Tak Banyak OTT Sepanjang Semester I 2022
Berita Terkini
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved