Luas Karhutla Meningkat, Jokowi: Apa Kurang yang Dicopot?

Kamis, 06 Februari 2020 - 12:10 WIB
Luas Karhutla Meningkat,...
Luas Karhutla Meningkat, Jokowi: Apa Kurang yang Dicopot?
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut dalam waktu dua tahun terakhir ini luas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) meningkat. Meskipun sempat turun di tahun 2017, tapi tahun 2018 dan 2019 terjadi kenaikan.

"2017 turun ini terkecil menjadi 150 ribu hektare yang terbakar dari sebelumnya 2,5 juta hektare. Tapi 2018 naik lagi menjadi 590 ribu hektare," kata Jokowi dalam Rakornas Karhutla di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

"Ini ada apa? Sudah bagus-bagus 150 kok naik lagi. 2019 naik lagi jadi 1,5 juta. Ini apa lagi? Apa kurang yang dicopot? Apa kurang persiapan?," tambahnya.

(Baca juga: Pemerintah Intensif Hijaukan Kembali Bekas Lahan Longsor)

Pada kesempatan itu Jokowi menegaskan, aturan main dalam penanganan karhutla tidak berubah sejak tahun 2016. Dia mengatakan, jajaran TNI/Polri bisa dicopot jika wilayahnya terjadi kebakaran.

"Tegas saya sampaikan, pasti saya telepon Panglima, ke Kapolri kalau ada kebakaran di wilayah kecil agak membesar, saya tanya dandimnya sudah dicopot belum. Kalau sudah membesar pasti saya tanyakan, Pangdam sama Kapolda sudah diganti belum. Ini aturan main sejak 2016 dan berlaku sampai sekarang," tegasnya.

Lebih lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta, agar jajaran di daerah dapat langsung bergerak jika ada titik api yang muncul. Pasalnya jika api sudah membesar akan sulit dipadamkan.

Bahkan kata dia, di negara maju saja kewalahan memadamkan api yang sudah membesar. Dia menyebut titik api sudah muncul di Siak dan Dumai.

"Stop waktu muncul satu. Hanya itu yang bisa kita lakukan agar api tidak membesar. Kalau sudah gede, apalagi kalau masuk ke lahan gambut, ke pitland lebih sulit lagi," ungkapnya.

"Dikocorin berapa ton airpun juga atasnya saja yang apinya padam, bawahnya masih panas. Asapnya masih keluar karena bawahnya masih api. Hal-hhal seperti ini yang harus terus kita sadarkan kepada masyarakat kita," sambungnya.

Jokowi juga memperingatkan, agar daerah rawan kebakaran karhutla untuk tetap waspada. Dia mengingatkan, kerugian kebakaran hutan tidaklah kecil.

"Karena kerugian kalau sudah membesar, sudah bukan hanya puluhan triliun tapi bisa mencapai ratusan triliun seperti di 2015. Sekali lagi perubahan iklim sekarang ini, panasnya cuaca saat ini kita merasakan semuanya. Sehingga jangan sampai terjadi membesar pada saat cuaca sangat panas dan itu sulit dikendalikan," tuturnya.

Dia memerintahkan agar patroli lapangan juga mulai dilakukan. Dengan begitu penguasaan lapangan oleh aparat akan semain baik. Termasuk juga melibatkan masyarakat.

"Sehingga kita harap kondisi harian di lapangan selalu terpantau. Terus terpantau terus. Ini bedanya dengan negara lain di situ. Coba dicek di Australia, enggak ada Babinsa, Babinkamtibmas engga ada. Mereka hanya punya polisi hutan, penjaga hutan kita juga punya. Itu keuntungan kita. Gunakan instrumen-instrumen yang ada," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Cegah Kebakaran Hutan...
Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Ini Enam Perintah Jokowi
Jokowi Pimpin Rapat...
Jokowi Pimpin Rapat Terbatas Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan
Cegah Karhutla, Dishut...
Cegah Karhutla, Dishut Sumsel Perkokoh Regu KPH
Bersama Terapkan Bisnis...
Bersama Terapkan Bisnis Berkelanjutan di Industri Kehutanan dan Pertanian
Minta Pencegahan Diprioritaskan,...
Minta Pencegahan Diprioritaskan, Jokowi: Kerugian Karhutla Capai Triliunan
Soal Karhutla, Jokowi:...
Soal Karhutla, Jokowi: Jangan Sampai Kita Malu di ASEAN
Berita Terkini
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved