Menkominfo Harapkan Partisipasi Publik Dalam Pembahasan RUU PDP

Selasa, 04 Februari 2020 - 20:51 WIB
Menkominfo Harapkan...
Menkominfo Harapkan Partisipasi Publik Dalam Pembahasan RUU PDP
A A A
JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate mengharapkan partisipasi masyarakat dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP). Dia juga ingin agar Indonesia bisa menjadi negara ke-127 yang memiliki RUU tentang Data Pribadi.

“Yang pertama, kita menyadari betul UU ini sudah waktunya kita miliki, kita sebetulnya mengejar waktu. Tadi disampaikan dan kita harus menjadi yang ke-127. Kalau dilihat scoop-nya (cakupan) maka RUU ini terdiri dari 15 bab dan 72 pasal, dia sangat spesifik, tetapi kontennya menyangkut hak-hak yang sifatnya personal dan privat karenanya harus dibicarakan secara menyeluruh secara luas dan mengajak partisipasi publik,” ujar Johnny seusai pertemuan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Johnny memaparkan ada tiga perhatian utama dalam pembahasan RUU ini. Pertama, data sovereignty atau kedaulatan data, data security dan keamanan negara. Kedua, perlindungan terhadap pemilik data dalam rangka menyampaikan data, memperbaharui data, menyempurnakan data dan menghapus datanya, right to be forgotten dan right to be erased (untuk dihapus).

Ketiga, lanjut Johnny, terkait dengan pengguna data, bagaimana data yang diterima itu akurat, tervalidasi dan terbaharui. Lalu pada saat dibutuhkan itu tersedia. Serta, ada faktor krusial di situ yaitu pergerakan data atau data flow, bagaimana hak-hak pemilik data untuk memerbolehkan suatu data itu disalurkan, baik dalam wilayah yurisdiksi nasional maupun cross border data flow yang mana, berurusan dengan negara lain.

“Nah, di situ perlu juga diatur bagaimana agar data pribadi kita tidak tersebar begitu saja tanpa concern dari pemilik data,” imbuhnya.

Kemudian, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem ini melanjutkan, RUU PDP juga mengatur sanksi-sanksi agar penggunaan data yang tidak sesuai aturan itu harus diberi sanksi. RUU ini begitu penting untuk 270 juta warga negara Indonesia sebagai negara yang jumlah penduduknya terbesar keempat terbesar di dunia.

“Nah, kita harapkan partisipasi publik yang kuat, kami sendiri akan melakukan tentu bersama-sama dengan DPR dalam proses politiknya dan melakukan komunikasi publik, penjelasan dan menjawab apabila dibutuhkan,” ucapnya.

Johnny juga memastikan bahwa pembahasan RUU ini akan terbuka dan transparan guna menghindari kesalahpahaman di publik. Sebagai pengusul RUU ini, pemerintah juga sudah menyiapkan dan menyampaikan Naskah Akademik (NA) dan draf RUU PDP ini ke DPR.

“(Draf dan NA-nya) Sudah kan tadi (disampaikan ke DPR),” tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Data Jadi Tambang Emas...
Data Jadi Tambang Emas hingga Picu Konflik, RUU PDP Kian Mendesak
Penjelasan Kominfo Soal...
Penjelasan Kominfo Soal KTP yang Dititipkan
Perlu Kolaborasi Pemerintah...
Perlu Kolaborasi Pemerintah dan Publik untuk Cegah Kebocoran Data Pribadi
Sepakat Bahas RUU Perlindungan...
Sepakat Bahas RUU Perlindungan Data Pribadi, Menkominfo-DPR Siap Tancap Gas
Ratusan Juta Data Dukcapil...
Ratusan Juta Data Dukcapil Diduga Bocor, Kominfo Ancam Sanksi Kemendagri
Lindungi Data Pribadi,...
Lindungi Data Pribadi, Kominfo Bakal Wajibkan Masyarakat Punya ID Digital
Berita Terkini
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Khozinudin Sebut Tidak Ada Kejelasan tentang Ijazah Jokowi
Kejagung: Jadi Deputi...
Kejagung: Jadi Deputi di BGN, Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel
PSHKP Resmi Diluncurkan,...
PSHKP Resmi Diluncurkan, Siap Perkuat Tata Kelola Hukum dan Keuangan Publik
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved