Soal Evakuasi WNI dari China, Jokowi Sebut 15 Kota di China Masih Ditutup

Rabu, 29 Januari 2020 - 20:28 WIB
Soal Evakuasi WNI dari...
Soal Evakuasi WNI dari China, Jokowi Sebut 15 Kota di China Masih Ditutup
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus berupaya mengevakuasi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada Wuhan, China terkait merebaknya ancaman Virus Corona. Akan tetapi upaya tersebut masih terganjal dengan kebijakan Pemerintah China yang masih menutup akses kota-kota yang rawan terhadap penyebaran virus ini. (Baca juga: Cegah Virus Corona, PKB Imbau Semua Pihak Tingkatkan Kewaspadaan)

"Kami terus berupaya untuk segera mengevakuasi WNI yang ada di Wuhan dan 15 kota lainnya. Namun ternyata kota-kota tersebut masih di-lock (kunci) oleh pemerintah China sehingga belum bisa," kata Presiden Jokowi kepada wartawan seusai mencanangkan Gerakan Eliminasi Tuberkulosis (TBC) 2030 di Gedung Techno Park, Kota Cimahi, Rabu (29/1/2020).

Kendati begitu, Jokowi menegaskan jika pemerintah terus berkoordinasi dan menjalin komunikasi dengan pihak KBRI di China. Hal ini karena adanya permintaan untuk mengevakuasi segera para WNI yang ada China terutama di Kota Wuhan yang terisolasi akibat penyebaran Virus Corona. (Baca juga: Evakuasi WNI di China, TNI Siapkan Boeing 737 dan Hercules)

Opsi evakuasi adalah langkah prioritas yang harus diambil demi keamanan WNI yang ada di China. Menurutnya sangat penting untuk mengetahui kondisi para WNI di sana setiap waktunya. Termasuk ketersediaan logistik bagi mereka mengingat akses para WNI di kota-kota tersebut terbatas akibat terisolasi. "Kemungkinan dalam 4-5 hari ke depan yang harus diperhatikan juga adalah urusan logistik bagi mereka," imbuhnya.

Virus Corona menjadi kekhawatiran bagi keluarga di Indonesia yang memiliki kerabat atau keluarga yang sedang menempuh studi di Negeri Tirai Bambu tersebut. Pasalnya sejak teridentifikasi di Kota Wuhan, virus ini menyebar dengan cepat dan telah meluas hingga ke berbagai negara. Apalagi virus ini dapat ditularkan melalui hewan dan manusia sehingga sangat rentan terpapar.
(cip)
Berita Terkait
Soal Stafsus Andi Taufan,...
Soal Stafsus Andi Taufan, Boni Hargens: Istana Perlu Bersih-bersih
Pandemi Covid-19, Presiden...
Pandemi Covid-19, Presiden Jokowi Meminta Jajarannya Optimistis
Jokowi: Pemda yang Belum...
Jokowi: Pemda yang Belum Anggarkan Penanganan COVID-19 Harus Ditegur
Menantu Presiden Jokowi...
Menantu Presiden Jokowi Bagikan Nasi Kotak kepada Driver Ojol di Medan
Presiden Mengajak Masyarakat...
Presiden Mengajak Masyarakat Tetap Optimistis Hadapi Covid-19
ICW Mendesak Presiden...
ICW Mendesak Presiden Jokowi Pecat Stafsus Andi Taufan
Berita Terkini
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Infografis
5 Kota Terunik di Dunia,...
5 Kota Terunik di Dunia, Ada yang Terbentuk dari Logam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved