Haris Azhar Kritik Kinerja 100 Hari Jokowi-Ma'ruf di Bidang Hukum

Senin, 27 Januari 2020 - 15:53 WIB
Haris Azhar Kritik Kinerja...
Haris Azhar Kritik Kinerja 100 Hari Jokowi-Ma'ruf di Bidang Hukum
A A A
JAKARTA - Pemerintahan kedua Joko Widodo (Jokowi) dinilai belum menunjukkan tanda-tanda untuk menuntaskan kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) masa lalu.

Lokataru Foundation menyebut meski sudah 100 hari Pemerintahan kedua Jokowi, tanda-tanda itu belum terlihat.

"Tak ada tanda-tanda positif, masih seperti dahulu dan cenderung buruk. Beban pelanggaran HAM, pelanggaran hukum di masa sebelum Jokowi, tak ada yang diselesaikan Jokowi. Di zamannya, malah banyak kasus baru, penanganan korupsi juga tambah," tutur Direktur Lokataru Foundation, Haris Azhar kepada wartawan, Senin (27/1/2020).

Tidak hanya pelanggaran HAM, Haris juga mengkritik penanganan kasus korupsi yang justru berjalan mundur. "Lalu 100 hari ini muncul Omnibus Law kan sebetulnya fasilitas untuk sejumlah undang-undang, RUU yang dahulu ditolak sekarang difasilitasi lewat Omnibus Law itu," tuturnya.

Dia pun mengkhawatirkan dunia hukum dalam empat tahun ke depan. Secara pemerataan ekonomi, hukum itu harusnya digunakan untuk melayani orang yang berada di bawah, bukan melayani investor.

"Kedua, Jokowi harus menerima prinsip berani penegakan hukum," kata Haris. (Baca juga: Haris Azhar Pertanyakan Pengembalian Aset Tanah Kasus Korupsi ke Kejagung )

Dia mencontoh, dalam kasus Novel Baswedan, Jokowi dianggap tak tegas, begitu juga di kasus Munir Said Thalib yang tekesan menghindar.

"Semua bahan sudah disampaikan ke dia (Presiden-red), tapi dia cenderung menyelesaikan secara parsial dan pilih-pilih," tuturnya.

---
(dam)
Berita Terkait
Rakornas Penegakan Hukum...
Rakornas Penegakan Hukum Terpadu Jelang Pemilu 2024
Pembagian Macam-Macam...
Pembagian Macam-Macam Hukum di Indonesia
Hukum di antara Akal...
Hukum di antara Akal dan Nurani
Penegakan Hukum Sontoloyo
Penegakan Hukum Sontoloyo
Demi Penegakan Hukum...
Demi Penegakan Hukum yang Lebih Luas, LQ Lawfirm Terus Berbenah
Survei Polling Institute:...
Survei Polling Institute: Kondisi Penegakan Hukum Perlu Perbaikan
Berita Terkini
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved