PBB Tak Setuju Usulan PDIP Soal Ambang Batas Parlemen 5%

Minggu, 26 Januari 2020 - 20:13 WIB
PBB Tak Setuju Usulan...
PBB Tak Setuju Usulan PDIP Soal Ambang Batas Parlemen 5%
A A A
BOGOR - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengaku tak setuju dengan usulan PDI Perjuangan yang ingin menaikkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold menjadi 5% untuk Pemilu 2024.

"Menurut saya sih 4% sudah terlalu tinggi. Saya kira angka yang paling moderat itu 3%, jangan tiap tahun naik terus, nanti kalau naik terus jadi partai tunggal, saya kira kita harus menghargai kemajemukan rakyat Indonesia. Begitu majemuk, begitu juga aspirasi partai-partai," ujar Yusril seusai menutup acara Orientasi Kepengurusan Partai (OKP) DPP Partai Bulan Bintang (PBB) di Bumi Gumati Convention Resort, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Minggu (26/1/2020).

Yusril kembali menegaskan tak sepakat dengan usulan tersebut karena akan berdampak pada hilangnya aspirasi atau suara-suara rakyat. "Jadi jangan dibatasi dengan threshold-threshold seperti itu. Nanti akan banyak sekali, suara-suara yang hilang. Selain itu, nanti pada akhirnya mereka yang memilih susah payah, tidak terwakili di lembaga-lembaga perwakilan rakyat," tegasnya.

Menurutnya sistem yang ideal seperti yang sudah dilakukan di daerah-daerah sekarang. Artinya, mereka yang terpilih itu tetap dilantik, tapi tidak usah membentuk fraksi sendiri, jadi membentuk fraksinya yang kemudian dibatasi. "Misalnya 10% atau 5%, jadi mereka membentuk fraksi gabungan, dan itu lama-lama akan mendorong partai-partainya berfusi alamiah. Misalnya sekarang, PBB, Hanura, Perindo dan PSI, itu dilantik, mereka yang dipilih kemarin. Nanti tinggal membentuk fraksi gabungan, lama-lamakan mereka akan terdorong melakukan merger di dalam, bukan keadaannya seperti sekarang," katanya.

Itulah yang mungkin harus dipikirkan juga, supaya dari fakta-fakta itulah bisa alamiah terjadi dan bukan hasil rekayasa berhitung. "Kita menargetkan berapa persen, menurutnya berapapun threshold yang ditetapkan minimal itulah ditargetkan PBB dalam melampauinya, walaupun berat untuk mencapainya," jelasnya.
(cip)
Berita Terkait
Evita Nursanty Minta...
Evita Nursanty Minta Pengawasan Industri Diperketat saat New Normal
Bantah Cucu PKI, Arteria...
Bantah Cucu PKI, Arteria Tegaskan Keluarganya Ngotot Jalur Hukum
Cukup Aspiratif, Kepemimpinan...
Cukup Aspiratif, Kepemimpinan Puan di DPR Patut Diapresiasi
Politikus DPR RI Fraksi...
Politikus DPR RI Fraksi PDIP, Jimmy Demianus Ijie Meninggal
Fraksi PDIP Sebut RUU...
Fraksi PDIP Sebut RUU Ciptaker Bentuk Negara Hadir untuk Bantu Rakyat
Heboh Polemik Cucu PKI,...
Heboh Polemik Cucu PKI, Hasril Chaniago Minta Maaf ke Arteria Dahlan
Berita Terkini
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved