Penghapusan Eselon III di Daerah Bisa Timbulkan Guncangan

Jum'at, 24 Januari 2020 - 11:48 WIB
Penghapusan Eselon III...
Penghapusan Eselon III di Daerah Bisa Timbulkan Guncangan
A A A
JAKARTA - Anggota Komite I DPD RI Abraham Liyanto meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan penghapusan eselon III di daerah. Sebab, penghapusan eselon III diyakini bakal menumpuk pekerjaan di eselon II.

Sementara, eselon II di daerah terbatas jumlahnya, hanya beberapa kepala dinas. "Perlu dipikirkan lagi. Kalau eselon IV dan III dihapus, beban kerja semua ada di kepala dinas," ujar Abraham Liyanto dalam keterangannya, Jumat (24/1/2020).

Abraham mendukung penghapusan eselon IV. Akan tetapi, eselon III diminta tetap dipertahankan untuk menjaga kestabilan dan keseimbangan kerja di daerah. Eselon III tetap dibutuhkan untuk membantu eselon II.

"Bisa lumpuh kalau semua diserahkan ke eselon II. Selama ini eselon II didesain sebagai konseptor. Mereka merumuskan kebijakan-kebijakan makro. Kalau diserahkan kebijakan mikro dan teknis, saya kira akan kerepotan," kata Abraham.

Senator dari Provinsi Nusa Tenggara Timur ini memprediksi pemangkasan eselon III bisa menimbulkan guncangan di daerah. Hal itu karena eselon II tidak siap menerima semua pekerjaan yang selama ini dilakukan eslon IV dan III.

Di sisi lain, pegawai yang telah dihapus jabataannya akan setengah hati, bahkan tidak mau membantu pejabat eselon II. Penyebabnya, karena mereka kecewa atas penghapusan jabatan yang selama ini sudah dipegang.

Bagi mereka, menduduki jabatan eselon IV dan III adalah sebuah gengsi dan prestasi. "Nanti niat baik untuk menyederhanakan birokrasi dan mempercepat berbagai urusan bisa terjadi sebaliknya. Pekerjaan bisa lebih lama karena numpuk di eselon II," ujar Abraham yang telah tiga periode menjadi anggota DPD RI ini.

Sedangkan alasan lain mempertahankan eselon III, kata dia, karena sistem kerja birokrasi di negara ini belum menggunakan metode digitalisasi. Pasalnya, masih banyak pekerjaan yang ditulis tangan di daerah-daerah.

Masih banyaknya pekerjaan yang ditulis tangan itu karena listrik belum sepenuhnya sampai ke desa-desa. Di sisi lain, kualitas SDM belum siap menggunakan sistem digitalisasi atau elektronik. (Baca juga: Jokowi Minta Pemangkasan Eselon 3 dan 4 Dipercepat ).

"Kalau semua sudah menggunakan sistem digitalisasi, memang tidak ada alasan untuk mempertahankan eselon III. Fakta sekarang, di daerah-daerah masih memakai cara kerja manual. Ini harus dipertimbangkan dalam penghapusan eselon III itu," pungkasnya.
(zik)
Berita Terkait
DPD Terus Mendorong...
DPD Terus Mendorong agar Perppu dan PP Otda Diterbitkan
Sidang Paripurna DPD...
Sidang Paripurna DPD Ke-11 Digelar Secara Virtual
Masalah Lelang Jabatan...
Masalah Lelang Jabatan Sekjen DPD, Nono Sampono Surati Presiden
Ketua Kelompok DPD di...
Ketua Kelompok DPD di MPR M Syukur Dukung Gagasan DPD Diatur dalam UU Tersendiri
Puan Pengganti dan Penerus...
Puan Pengganti dan Penerus Perjuangan Soekarnoisme
Istimewanya FGD Penguatan...
Istimewanya FGD Penguatan Peran DPD di Yogyakarta
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved