Menko Polhukam Tegaskan Patroli di Natuna Akan Ditingkatkan

Rabu, 15 Januari 2020 - 21:18 WIB
Menko Polhukam Tegaskan...
Menko Polhukam Tegaskan Patroli di Natuna Akan Ditingkatkan
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik,Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan kedaulatan Indonesia tidak tawar menawar terutama terkait perairan Natuna. (Baca juga: Mengenal Nine Dash Line, Alasan China Mengklaim Natuna)

Mahfud juga mengatakan patroli di perairan Natuna akan ditingkatkan. Patroli ini telah sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal kedaulatan Indonesia yang tidak ada tawar menawar. (Baca juga: Konflik Natuna dan Klaim Laut China Selatan Bikin ASEAN Meradang)

“Ini saya berkunjung ke sini untuk menindak lanjuti pertama, instruksi Presiden pada 2016, kemudian kunjungan Presiden minggu yang lalu yang pada intinya itu Presiden mengatakan kedaulatan tidak ada tawar menawar, tetapi kita ini tidak sedang mempertahankan kedaulatan tetapi menjaga hak kedaulatan atas laut, jadi beda ini bukan perang,” tegasnya saat melakukan kunjungan kerja ke Natuna, Kepulauan Riau dalam siaran pers yang diterima SINDOnews (15/1/2020).

Mahfud mengatakan kondisi Natuna saat ini sudah aman. Kapal-kapal China sudah keluar dari Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) di perairan Natuna. “Secara umum sudah aman. (Kapal China) sudah ada di luar Zona Ekonomi Eksklusif. Artinya sudah tidak di Natuna. Mudah-mudahan terus aman,” tegasnya.

Saat ini secara simbolis sudah menunjukan kesiapan patroli dengan tersedia banyak kapal. Mahfud mengaku akan melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta hubungan pusat dan daerah mengenai pengelolaan Natuna ini.

“Oleh sebab itu yang hadir di sini ada dari Bappenas dan ada beberapa dari instansi yang nantinya melaksanakan instruksi Presiden yang kedua, bukan hanya melakukan volume patroli tetapi mengisi kegiatan pemanfaatan sumber daya laut kita,” kata Mahfud.

Selain itu, tambah Mahfud di Natuna juga akan mulai dibangun sentra-sentra kegiatan ekonomi dan tetap menjaga keamanan laut. Kemudian juga akan memperbanyak nelayan-nelayan atau kapal-kapal ikan. “Jangan salah paham seakan-akan kita mau menge-drop nelayan dari luar Natuna ke sini kemudian nelayan-nelayan Natuna nya tidak diperhatikan. Justru prioritas diberikan kepada nelayan-nelayan setempat nanti akan dikoordinasikan dengan pak Gubenur, pak Bupati dan pak Wali Kota di sini. Dengan pertemuan ini mungkin secara agak lebih teknis nanti bapak Menteri Kelautan dan Perikanan akan mengoordinasikan secara lebih detail lagi bersama Pemda setempat,” tambah Mahfud.
(cip)
Berita Terkait
Akademisi dan Aktivis...
Akademisi dan Aktivis Nilai Pembentukan DKN Tidak Mendesak
Usai Dilantik, Menko...
Usai Dilantik, Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Temui Mahfud MD
Bakamla Usir Kapal Coast...
Bakamla Usir Kapal Coast Guard China di Laut Natuna Utara
Kemhan dan Kemenko Polhukam...
Kemhan dan Kemenko Polhukam Diminta Selesaikan RUU Keamanan Laut
Dua Kali Tembakan Peringatan,...
Dua Kali Tembakan Peringatan, Kapal Vietnam Tak Berkutik saat Diamankan di Natuna
Penjelasan Ketua Bakamla...
Penjelasan Ketua Bakamla Terkait Ribuan Kapal Asing di Laut Natuna
Berita Terkini
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
Penampakan 2 Tersangka...
Penampakan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji Kenakan Rompi Oranye KPK
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved