Memilih Hadir di Sidang Etik, Wahyu: Saya Punya Niat Baik untuk Menjelaskan

Rabu, 15 Januari 2020 - 16:25 WIB
Memilih Hadir di Sidang...
Memilih Hadir di Sidang Etik, Wahyu: Saya Punya Niat Baik untuk Menjelaskan
A A A
JAKARTA - Tersangka suap Wahyu Setiawan yang juga Komisioner KPU memilih untuk menghadiri sidang etik yang digelar oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang dilaksanakan di Gedung Komisi Pemberatansan Korupsi.

Hal itu diungkapkan Wahyu usai berdiskusi dengan penyidik KPK. Dan Wahyu memilih untuk menghadiri sidang etik yang di gelar DKPP.

"Tetapi karena saya punya niat baik, meskipun pertanggal 10 saya bukan lagi anggota KPU, tetapi saya punya niat baik dan saya hormati DKPP dan saya memutuskan untuk hadir dalam sidang DKPP," ujar Wahyu di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Wahyu menyebut tidak ada pembelaan yang diungkapkannya nanti saat sidang etik. Dirinya juga tidak mempersiapkan apa-apa menjelang sidang

"Enggak lah. ya wajar saya, saya juga enggak ngerti ditanya apa," jelasnya.

Namun, Wahyu menegaskan dirinya memiliki etikad baik dan akan menjelaskan semua perbuatannya dalam persidangan nanti.

"Tetapi intinya saya menghormati DKPP, saya punya niat baik untuk menjelaskan terkait dengan dugaan pelanggaran kode etik, tentu itu saya punya itikad baik," ungkapnya.

Diketahui, KPK telah menetapkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan sebagai tersangka penerima suap terkait penetapan anggota DPR-RI Terpilih tahun 2019-2024.

Selain Wahyu, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka yakni sebagai penerima
Mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu yang juga orang kepercayaan Wahyu yakni Agustiani Tio Fridelina, dan sebagai pihak pemberi Caleg dari PDIP Harun Masiku dan pihak swasta Saeful.

Dalam kasus ini, Wahyu meminta kepada caleg PDIP Harun Masiku sebesar Rp 900 juta, agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019.
(pur)
Berita Terkait
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
OTT Hanya Dua Kali dalam...
OTT Hanya Dua Kali dalam 6 Bulan, KPK: Penjahatnya Lebih Pintar
Breaking News: KPK Gelar...
Breaking News: KPK Gelar OTT Jakarta dan Bekasi, Pejabat Negara Ditangkap
OTT di Jakarta dan Semarang,...
OTT di Jakarta dan Semarang, KPK Amankan Pejabat Perkeretaapian
Hanya Tangkap 5 Orang,...
Hanya Tangkap 5 Orang, KPK Akui Tak Banyak OTT Sepanjang Semester I 2022
Usai Terjaring OTT KPK,...
Usai Terjaring OTT KPK, Bupati Meranti Segera Diterbangkan ke Jakarta
Berita Terkini
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Pakar Hukum Pidana: Tak Batalkan Status Tersangka dan Pokok Perkara
Prabowo Puji India:...
Prabowo Puji India: Penduduk 1,4 Miliar, Transisi Pemerintahan Damai
Napi Diusulkan Ikut...
Napi Diusulkan Ikut Komcad usai Amnesti, Menteri Imipas: Belum Final
Kepala BPOM Dorong ASEAN...
Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan
Menhaj Buka Peluang...
Menhaj Buka Peluang BPIH Haji 2027 Turun jika Harga Minyak Dunia Terus Merosot
Prabowo dan Narendra...
Prabowo dan Narendra Modi Resmikan Konservasi Candi Prambanan Pagi Ini
Infografis
Bacaan Niat Puasa Ramadan...
Bacaan Niat Puasa Ramadan untuk Harian dan Sebulan Penuh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved