OTT Wahyu Disorot, DPR Sebut KPU Harus Dijabat 'Manusia Setengah Dewa'

Selasa, 14 Januari 2020 - 15:42 WIB
OTT Wahyu Disorot, DPR...
OTT Wahyu Disorot, DPR Sebut KPU Harus Dijabat 'Manusia Setengah Dewa'
A A A
JAKARTA - Komisi II DPR menyoroti tentang kasus Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan yan ditangkap KPK saat membuka rapat dengar pendapat (RDP) dengan KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia menilai ketiga penyelenggara pemilu tersebut sebagai lembaga yang seharusnya dihuni anusia setengah dewa. Dia juga meminta semua penyelenggara pemilu memastikan bahwa insiden ini tidak mempengaruhi pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

“Kita ketahui salah satu institusi penyelenggara pemilu ini terkena musibah, dan saya kira ini bagian dari bagian kita semua yang bersama-sama kita jaga,” kata Doli dalam RDP Komisi II DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Anggota Komisi II DPR Kamrussamad menyanggah pernyataan Ketua Komisi II. Menurut dia, apa yang menimpa Wahyu Setiawan tidak layak disebut sebagai musibah karena disengaja.
“Izin pimpinan, itu bukan musibah. Kalau musibah itu sesuatu yg tidak disengaja. Kalau ini saya kira ini sesuatu yg dia rencanakan. Jadi ini bukan musibah pimpinan. Terima kasih,” ujarnya. (Baca juga: Pemerintah Harus Tunjukkan ke Dunia Wilayah Natuna Milik Indonesia )

Doli melanjutkan bahwa semua pihak bertanggung jawab guna memastikan bahwa kasus tersebut tidak mempengaruhi pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 nanti. Kredibilitas penyelenggara pemilu harus tetap dijaga.

“Kredibilitas penyelengagraan pemilu ini harus kita tetap jaga,” tegasnya.

Politikus Partai Golkar ini juga menyebut pengelenggara pemilu ini merupakan hulu dari semua proses politik guna menghasilkan pejabat-pejabat publik. Bahkan, penyelenggara pemilu seringkali disebut sebagai manusia setengah dewa yang sudah seharusnya diisi oleh orang-orang setengah dewa.

“Kadang-kadang sering mengatakan tiga lembaga ini diisi oleh orang-orang setengah dewa. Maka juga kadang-kadang memang menunjukkan seperti orang-orang setengah dewa. Usulan-usulan kemarin di dalam persyaratan calon (dalam Peraturan KPU) pun tidak memungkinkan orang untuk mencalonlan kalau tidak terkena 'musibah' (kasus korupsi). Tetapi ternyata institusi kpu ini terkena masalah,” tuturnya.

Oleh karena itu, Doli menambahkan, Komisi II perlu mendengarkan penjelasan apa sesungguhnya yang terjadi, serta sikap dan tindakan dari masing-masing institusi ini terhadap peristiwa kemairn itu. Bagaimana upaya untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pelaksanaan Pilkada 2020 nanti di mana pada Pemilu 2019 dinilai cukup sukses karena tingginya partisipasi publik.

“Karena kita punya tantangan kemarin partisipasi publik cukup tinggi dalam pelaksanan pilpres dan pileg itu. Masalah pilkada ini kami minta partisipasi publik yang tinggi itu bisa meningkat atau minimal sama. Oleh karena itu kita punya kepentingan untuk menjaga itu semua,” tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Luncurkan Tahapan Pemilu...
Luncurkan Tahapan Pemilu 2024, KPU Minta Semua Pihak Bantu Sukseskan Pemilu
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
Alasan Jaksa KPK Tolak...
Alasan Jaksa KPK Tolak Wahyu Setiawan Jadi Justice Collaborator
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
Sirekap Ngebug, Warganet...
Sirekap Ngebug, Warganet Skeptis dengan Kemampuan Tim IT KPU
Harun Masiku Tak Juga...
Harun Masiku Tak Juga Ketemu, KPK Bakal Evaluasi Kerja Satgas
Berita Terkini
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Pakar Hukum Pidana: Tak Batalkan Status Tersangka dan Pokok Perkara
Prabowo Puji India:...
Prabowo Puji India: Penduduk 1,4 Miliar, Transisi Pemerintahan Damai
Napi Diusulkan Ikut...
Napi Diusulkan Ikut Komcad usai Amnesti, Menteri Imipas: Belum Final
Kepala BPOM Dorong ASEAN...
Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan
Menhaj Buka Peluang...
Menhaj Buka Peluang BPIH Haji 2027 Turun jika Harga Minyak Dunia Terus Merosot
Prabowo dan Narendra...
Prabowo dan Narendra Modi Resmikan Konservasi Candi Prambanan Pagi Ini
Infografis
Riwayat Pendidikan Ahmad...
Riwayat Pendidikan Ahmad Sahroni, Anggota DPR yang Jadi Sorotan Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved