Temui Mahfud, Prabowo Bahas Alutsista dan WNI Disandera di Filipina
Jum'at, 13 Desember 2019 - 16:03 WIB
Temui Mahfud, Prabowo Bahas Alutsista dan WNI Disandera di Filipina
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta (13/12/12).
Dalam pertemuan ada beberapa hal yang dilaporkan Prabowo kepada Mahfud. Di antaranya mengenai pertahanan, pengadaan alutsista dan penyanderaan WNI oleh Kelompok Abu Sayyaf di Filipina. "Masalah alutsista," singkat Mahfud usai pertemuan.
(Baca juga: Abu Sayyaf Culik WNI, DPR Minta Kerja Sama Militer RI-Filipina-Malaysia Dievaluasi)
Sementara usai pertemuan, Prabowo menyatakan hal yang sama. "Saya baru saja menghadap Pak Menko Polhukam, Pak Mahfud. Tentunya saya minta petunjuk-petunjuk. Ada beberapa masalah saya juga laporkan," ungkapnya.
Prabowo menuturkan, ia secara khusus juga mengundang Mahfud MD untuk membahas lebih dalam mengenai pertahanan Indonesia.
"Mungkin minggu depan saya mengundang beliau kesempatan pertama untuk ke Kemenhan dan kita akan paparan lebih rinci kondisi yang ada. Tadi sepintas saya sudah lapor ke beliau. Masalah-masalah pokok yang kita hadapi ya Pak, yang penting penting saja," ungkap Prabowo.
Prabowo menjelaskan, dalam pertemuan nanti akan dibahas mengenai pengadaan alutsista. Ia mengatakan pengadaan alutsista perlu di-review kembali.
"Alutsista dianggap mungkin terlalu mahal. Sedang ditinjau kembali, kita sedang me-review, mengkaji. Kita diperintah menego kembali begitu oleh Bapak Presiden. Ya kita kan pelaksana, jadi ya kita harus pandai pandai untuk menjaga kepentingan nasional," ujarnya.
Selain itu kata Prabowo, dalam pertemuan nanti akan dibahas mengenai WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina. "Yang kedua sudah berita umum ya, ada 3 warga negara kita disandera di Filipina, jadi ya kita akan membahas nanti," ungkapnya.
Dalam pertemuan ada beberapa hal yang dilaporkan Prabowo kepada Mahfud. Di antaranya mengenai pertahanan, pengadaan alutsista dan penyanderaan WNI oleh Kelompok Abu Sayyaf di Filipina. "Masalah alutsista," singkat Mahfud usai pertemuan.
(Baca juga: Abu Sayyaf Culik WNI, DPR Minta Kerja Sama Militer RI-Filipina-Malaysia Dievaluasi)
Sementara usai pertemuan, Prabowo menyatakan hal yang sama. "Saya baru saja menghadap Pak Menko Polhukam, Pak Mahfud. Tentunya saya minta petunjuk-petunjuk. Ada beberapa masalah saya juga laporkan," ungkapnya.
Prabowo menuturkan, ia secara khusus juga mengundang Mahfud MD untuk membahas lebih dalam mengenai pertahanan Indonesia.
"Mungkin minggu depan saya mengundang beliau kesempatan pertama untuk ke Kemenhan dan kita akan paparan lebih rinci kondisi yang ada. Tadi sepintas saya sudah lapor ke beliau. Masalah-masalah pokok yang kita hadapi ya Pak, yang penting penting saja," ungkap Prabowo.
Prabowo menjelaskan, dalam pertemuan nanti akan dibahas mengenai pengadaan alutsista. Ia mengatakan pengadaan alutsista perlu di-review kembali.
"Alutsista dianggap mungkin terlalu mahal. Sedang ditinjau kembali, kita sedang me-review, mengkaji. Kita diperintah menego kembali begitu oleh Bapak Presiden. Ya kita kan pelaksana, jadi ya kita harus pandai pandai untuk menjaga kepentingan nasional," ujarnya.
Selain itu kata Prabowo, dalam pertemuan nanti akan dibahas mengenai WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina. "Yang kedua sudah berita umum ya, ada 3 warga negara kita disandera di Filipina, jadi ya kita akan membahas nanti," ungkapnya.
(maf)