Sebut Presiden Tak Paham Pancasila, Nasdem: Rocky Gerung Cari Panggung

Kamis, 05 Desember 2019 - 20:12 WIB
Sebut Presiden Tak Paham...
Sebut Presiden Tak Paham Pancasila, Nasdem: Rocky Gerung Cari Panggung
A A A
JAKARTA - Pernyataan Pengamat Politik, Rocky Gerung yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak paham Pancasila membuat sejumlah kalangan geram. Nasdem pun menganggap kelakuan Rocky Gerung sebagai aksi cari panggung semata.

"Dia itu sudah tidak mengajar lagi di UI (Universitas Indonesia). Jadi apalagi yang bisa dikerjakan selain ngoceh dari satu media ke media lain," ujar Politikus Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Menurut Irma, Rocky Gerung tidak cocok dijadikan narasumber. Karena mantan pengajar di UI itu tidak konsisten antara omongan dan perbuatan. "Bayangkan saat pilpres, seluruh Indonesia tahu kalau dia dukung 02 (Prabowo Subianto). Setelah 02 kalah, dia buru-buru ngomong tidak pernah dukung 02 dan akan jadi oposisi," kata Irma.

Posisi Rocky Gerung yang tidak lagi menjadi dosen di UI dibenarkan oleh Donny Gahral Ardian, Dosen Filsafat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) tempat Rocky Gerung pernah mengajar. "Dia memang sudah tidak lagi mengajar," ucap Donny ketika dikonfirmasi wartawan.

Oleh karena itu, Donny sepakat untuk tidak lagi menyebut Rocky Gerung sebagai dosen. "Mungkin lebih tepatnya sebagai intelektual publik," kata Donny.

Beberapa waktu lalu di sebuah acara talkshow di suatu stasiun televisi, Rocky pernah menyebut Presiden Jokowi cuma hafal Pancasila namun tidak memahaminya. Atas kelakuannya itu, Politikus PDIP Junimart Girsang mengancam akan mempolisikan Rocky.

Ketika dikonfirmasi wartawan, Rocky Gerung seolah merasa tidak tahu bahwa dirinya akan dilaporkan ke polisi. "Laporan apa? Cari di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) apa artinya laporan? Itu tidak buruk. Titik," jawab Rocky, Kamis (5/12) sore.

Irma Suryani sendiri mengaku mendukung bila ada pihak yang ingin melaporkan Rocky Gerung ke polisi. "Sangat tepat (dilaporkan). Sekali-sekali memang harus diberi pelajaran. Agar paham hak dan kewajiban warga negara. Jangan cuma tau bicara hak dengan mengkritik compang-camping. Tapi juga harus tahu kewajiban sebagai warga negara dengan kritik konstruktif," pungkas Irma.
(kri)
Berita Terkait
PDIP Kaget Nasdem Sebut...
PDIP Kaget Nasdem Sebut Anies Antitesa Jokowi
Rakernas PDIP Digelar...
Rakernas PDIP Digelar Tertutup, Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadir
BBHAR PDIP Sebut Mahasiswa...
BBHAR PDIP Sebut Mahasiswa yang Orasi Jorok ke Jokowi Miskin Etika dan Moral
Jokowi Tidak Diundang...
Jokowi Tidak Diundang Rakernas PDIP, Pengamat: Penegasan Tidak Satu Gerbong Lagi
Jokowi Dipastikan Tak...
Jokowi Dipastikan Tak Hadir di Rakernas PDIP, Pilih ke Istana Yogya
Tepis Jokowi-Surya Paloh...
Tepis Jokowi-Surya Paloh Renggang, PDIP: 3 Menterinya Masih di Bawah Presiden
Berita Terkini
Sony Sonjaya Bungkam...
Sony Sonjaya Bungkam Jelang Diperiksa Kejagung soal Dugaan Korupsi MBG
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
SGU-Endress+Hauser Kembangkan...
SGU-Endress+Hauser Kembangkan Talenta melalui Beasiswa, Magang, dan Program Vokasi
KPK Buka Peluang Periksa...
KPK Buka Peluang Periksa Pihak BPK, Dalami Peran Eks Staf Ahli Bobby Adhityo Rizaldi
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved