Tim Reformasi DPR Bergantung Kelanjutan Pemindahan Ibu Kota Baru

Minggu, 01 Desember 2019 - 15:26 WIB
Tim Reformasi DPR Bergantung...
Tim Reformasi DPR Bergantung Kelanjutan Pemindahan Ibu Kota Baru
A A A
JAKARTA - DPR baru akan kembali membentuk Tim Implementasi Reformasi DPR guna melanjutkan pembangunan-pembangunan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Namun, apa yang dilakukan tim ini akan sangat bergantung pada kelanjutan pembangunan ibu kota negara di Kalimantan Timur (Kaltim).

“Ya (tim ini bahas pembangunan DPR), apalagi sekarang kan ada wacana mau pindah ke Kalimantan jadi memang semuanya itu mau kita rapatkan kembali,” kata Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Novita Wijayanti saat dihubungi, Minggu (1/12/2019).

Novita menjelaskan bahwa apa yang akan dilakukan tim ini belum pasti karena, semuanya masih sedang dibahas bersama dengan Pimpinan DPR. Pihaknya juga menunggu kepastian pembangunan IKN di Kaltim dan bagaimana nasib Kompleks Parlemen Senayan di Jakarta.

“Belum ada yang fix betul, semuanya sedang kita bahas dengan pimpinan DPR yang baru dengan wacana mau pindah ke Kalimantan atau tidak, kemudian di Jakarta di DPR, di Senayan itu mana yang akan dilaksanakan, dilihat dengan anggaran yang ada, mana yang memang tidak sesuai dengan yang diajukan,” paparnya.

Karena itu, lanjut Politisi Partai Gerindra ini, DPR yang baru akan mengulang kembali segala pembahasannya. Dan timnya pun masih dalam proses pembentukan bersama Pimpinan DPR dan fraksi-fraksi.

Namun, ia berharap bahwa Januari 2020 tim ini sudah terbentuk dan sudah mulai bekerja. “Ya insyaallah (jalan 2020), kita semuanya juga dengan PU (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat/PUPR) segala macem berkoordinasi,” tutup Novita.

Perlu diketahui, di waktu kepemimpinan Novanto pada akhir 2014 sampai akhir 2015, DPR membentuk Tim Implementasi Reformasi DPR yang diketuai oleh Fahri Hamzah. Tim itu menggagas 7 proyek pembangunan DPR yang menjadi kontroversi yakni, pebangunan alun-alun demokrasi, museum dan perpustakaan parlemen, jalan akses bagi tamu ke Gedung DPR, visitor center, pembangunan ruang pusat kajian legislasi, pembangunan ruang anggota dan tenaga ahli, serta integrasi kawasan tempat tinggal dan tempat kerja anggota DPR.

Tim ini tidak berjalan lagi di era kepemimpinan Ade Komarudin. Namun, saat Novanto kembali menjabat di akhir 2016, rencana pembangunan proyek kembali menguat dan sempat keluar rekomendasi pembangunan Gedung DPR baru dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Di 2018 atau era kepemimpinan Bambang Soesatyo pembangunan gedung baru juga menjadi prioritas dengan anggaran multi years yang dana awalnya Rp 601 miliar yang disetujui oleh pemerintah dalam APBN 2018.
(pur)
Berita Terkait
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Ketua DPR Ajak Gotong...
Ketua DPR Ajak Gotong Royong Atasi Pandemi Corona
DPR Batasi Tamu yang...
DPR Batasi Tamu yang Masuk ke Kompleks Senayan
Sidang Pertama DPR 2020-2021...
Sidang Pertama DPR 2020-2021 Dihadiri 98 Anggota Secara Fisik, 231 Virtual
Berita Terkini
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved