Momen Pamitan Pimpinan KPK-DPR, Saling Minta Maaf dan Foto Bersama
Rabu, 27 November 2019 - 21:58 WIB
Momen Pamitan Pimpinan KPK-DPR, Saling Minta Maaf dan Foto Bersama
A
A
A
JAKARTA - Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan rapat perdana sekaligus rapat terakhir bagi Pimpinan KPK periode 2015-2019, kecuali Alexander Marwatta yang terpilih kembali menjadi Pimpinan KPK periode 2019-2023.
Di akhir RDP, ada momen perpisahan di mana Komisi III dan Pimpinan KPK ini saling meminta maaf, menyampaikan kesan selama menjadi mitra kerja, menyampaikan pesan, serta berfoto bersama.
“Untuk itu kita closing statment dulu dari Pak Agus, Pak Laode, Bu Basaria dan Pak Saut. Apapun selama periode ini saya sebagai pimpinan Komisi III DPR yang sekian lama bermitra dengan bapak ibu sekalian. Kami Komisi III mohon dimaafkan ada hal-hal, apalagi tadi kita merasa Pimpinan KPK (bilang) kesannya marah-marah mulu ya Pak Laode. Sebenarnya bisa iya bisa tidak juga begitu kan, iya tidak,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPR selaku Pimpinan RDP Desmond J Mahesa dalam RDP di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (27/11/2019).
Selain itu, Desmond mengatasnamakan Pimpinan dan Anggota Komisi III DPR memohon maaf kepada Pimpinan KPK atas segala kejadian yang tidak menyenangkan selama bermitra.
“Untuk itu atas nama pimpinan dan anggota saya mohon maaf lahir batin atas kejadian kejadian yang tidak saling menyenangkan di antara kita. Selamjutnya kami persilakan pak Agus closing statment kesan dan pesan silahkan,” jelasnya.
Ketua KPK Agus Rahardjo mengucapkan terima kasih atas kerja sama selama empat tahun ini karena baginya dan tiga Pimpinan KPK lainnya, RDP ini merupakan yang terakhir. Dia atas nama jajaran KPK juga meminta maaf jika ada tindakan KPK yang selama ini kurang berkenan di hati Anggota Komisi III DPR.
Agus juga meminta agar Komisi III DPR bisa terus mendukung pencegahan dan pemberantasan korupsi. “Tapi pesan kami tetap, mohon bapak ibu Komisi III tidak henti-hentinya, tidak lelah selalu mendukung pencegahan dan pemberantasan korupsi, terima kasih,” pintanya.
Pimpinan KPK lainnya, Laode M Syarif juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Komisi III DPR karena telah mempercayainya menjadi Pimpinan KPK. Dia juga memohon maaf jika selama empat tahun terakhir ini ada tindakan hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan.
“Yang ketiga jika ada kebaikan pada periode kami mudah-mudahan itu juga dapat dilanjukan oleh penerus kami. Yang terakhir tolong bapak-bapak menjaga KPK, terima kasih,” ucapnya.
Pimpinan KPK Basaria Panjaitan mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan dan Anggota Komisi III DPR. Dia bersama tiga Pimpinan KPK lainnya juga berpamitan, kerja sama yang terjalin selama empat tahun terakhir ini ada hal yang manis dan juga pahit, ada senang dan juga kesal.
“Ya itulah seni, seni di dalam berorganisasi ya. Kami terus terang aja berlima ini sama khususnya saya pikir karena sebagian besar Komisi III ada di sini kami sangat terdukung walaupun kadang ada kesal-kesalnya sedikit tapi kami setelahnya ketawa-tawa berlima pak ada lucunya, ada yang ininya,” ungkapnya.
Kemudian, lanjut Basaria, atas dukungan dari Komisi III ini, KPK angkatan 4 ini bisa mencapai penanganan tertinggi untuk kasus korupsi. Makannya, dia merasa tidak nyaman waktu ditulis di kesimpulan tidak efisien penanganan perkara meskipun sudah dihapus. Dia berharap bahwa konsep pencegahan yang sudah baik di periode ini bisa diteruskan di periode selanjutnya.
“Sekali lagi atas nama pribadi dan atas nama kami semua anggota dari kpk dan khususnya kami berempat yang akan pergi, mohon maaf kalau kami ada dalam berkata kata dan di dalam bertindak karena kami juga manusia biasa, mungkin mudah mudahan yang diingat itu yang baik baiknya saja. Sekian dan terima kasih,” ucapnya.
Kemudian, Saut Situmorang mengatakan bahwa setelah 21 Desember nanti, dia akan kembali ke Badan Intelijen Negara (BIN) dan dia akan bebas bertemu kembali dengan kawannya, Masinton Pasaribu yang selama ini tidak bisa bertemu karena khawatir konflik kepentingan sebagai Pimpinan KPK. Selain itu, dia juga memohon maaf jika ada kesalahan tutur kata.
“Jadi sekali lagi saya mohon maaf kalau out of spoken. Kita akan tetap membangun negeri ini,” ujarnya.
Terakhir, Alexander Marwata yang akan duduk di KPK periode mendatang mengatakan bahwa, dirinya diberikan tugas untuk melanjutkan apa yang sudah baik dan memperbaiki apa yang menjadi kekurangan di KPK ini.
“Harapan kami ke depan bapak-bapak masih tetap mendukung KPK, dan kami yakin kordinasi dengan aparat penegak gukum yang lain, itu harapan bapak-bapak kepada KPK ketika tugas KPK itu adalah memperkuat kepolisian dan juga kelembagaan lainnya,” harapnya.
Menurut Alex, upaya pencegahan sebagaimana program pemerintah lewat strategi nasional pencegahan korupsi itu juga jadi fokus KPK periode selanjutnya, dan tanpa mengurangi upaya penindakan.
“Kalau dicegah tidak bisa diperbaiki ya apa boleh buat, penindakan tentu saja kami lakukan,” tandasnya.
Kemudian, RDP diakhiri dengan penyerahan buku catatan Komisi III sebagai kenang-kenangan terhadap Komisioner KPK periode 2015-2019 kemudian, melakukan foto bersama.
Di akhir RDP, ada momen perpisahan di mana Komisi III dan Pimpinan KPK ini saling meminta maaf, menyampaikan kesan selama menjadi mitra kerja, menyampaikan pesan, serta berfoto bersama.
“Untuk itu kita closing statment dulu dari Pak Agus, Pak Laode, Bu Basaria dan Pak Saut. Apapun selama periode ini saya sebagai pimpinan Komisi III DPR yang sekian lama bermitra dengan bapak ibu sekalian. Kami Komisi III mohon dimaafkan ada hal-hal, apalagi tadi kita merasa Pimpinan KPK (bilang) kesannya marah-marah mulu ya Pak Laode. Sebenarnya bisa iya bisa tidak juga begitu kan, iya tidak,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPR selaku Pimpinan RDP Desmond J Mahesa dalam RDP di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (27/11/2019).
Selain itu, Desmond mengatasnamakan Pimpinan dan Anggota Komisi III DPR memohon maaf kepada Pimpinan KPK atas segala kejadian yang tidak menyenangkan selama bermitra.
“Untuk itu atas nama pimpinan dan anggota saya mohon maaf lahir batin atas kejadian kejadian yang tidak saling menyenangkan di antara kita. Selamjutnya kami persilakan pak Agus closing statment kesan dan pesan silahkan,” jelasnya.
Ketua KPK Agus Rahardjo mengucapkan terima kasih atas kerja sama selama empat tahun ini karena baginya dan tiga Pimpinan KPK lainnya, RDP ini merupakan yang terakhir. Dia atas nama jajaran KPK juga meminta maaf jika ada tindakan KPK yang selama ini kurang berkenan di hati Anggota Komisi III DPR.
Agus juga meminta agar Komisi III DPR bisa terus mendukung pencegahan dan pemberantasan korupsi. “Tapi pesan kami tetap, mohon bapak ibu Komisi III tidak henti-hentinya, tidak lelah selalu mendukung pencegahan dan pemberantasan korupsi, terima kasih,” pintanya.
Pimpinan KPK lainnya, Laode M Syarif juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Komisi III DPR karena telah mempercayainya menjadi Pimpinan KPK. Dia juga memohon maaf jika selama empat tahun terakhir ini ada tindakan hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan.
“Yang ketiga jika ada kebaikan pada periode kami mudah-mudahan itu juga dapat dilanjukan oleh penerus kami. Yang terakhir tolong bapak-bapak menjaga KPK, terima kasih,” ucapnya.
Pimpinan KPK Basaria Panjaitan mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan dan Anggota Komisi III DPR. Dia bersama tiga Pimpinan KPK lainnya juga berpamitan, kerja sama yang terjalin selama empat tahun terakhir ini ada hal yang manis dan juga pahit, ada senang dan juga kesal.
“Ya itulah seni, seni di dalam berorganisasi ya. Kami terus terang aja berlima ini sama khususnya saya pikir karena sebagian besar Komisi III ada di sini kami sangat terdukung walaupun kadang ada kesal-kesalnya sedikit tapi kami setelahnya ketawa-tawa berlima pak ada lucunya, ada yang ininya,” ungkapnya.
Kemudian, lanjut Basaria, atas dukungan dari Komisi III ini, KPK angkatan 4 ini bisa mencapai penanganan tertinggi untuk kasus korupsi. Makannya, dia merasa tidak nyaman waktu ditulis di kesimpulan tidak efisien penanganan perkara meskipun sudah dihapus. Dia berharap bahwa konsep pencegahan yang sudah baik di periode ini bisa diteruskan di periode selanjutnya.
“Sekali lagi atas nama pribadi dan atas nama kami semua anggota dari kpk dan khususnya kami berempat yang akan pergi, mohon maaf kalau kami ada dalam berkata kata dan di dalam bertindak karena kami juga manusia biasa, mungkin mudah mudahan yang diingat itu yang baik baiknya saja. Sekian dan terima kasih,” ucapnya.
Kemudian, Saut Situmorang mengatakan bahwa setelah 21 Desember nanti, dia akan kembali ke Badan Intelijen Negara (BIN) dan dia akan bebas bertemu kembali dengan kawannya, Masinton Pasaribu yang selama ini tidak bisa bertemu karena khawatir konflik kepentingan sebagai Pimpinan KPK. Selain itu, dia juga memohon maaf jika ada kesalahan tutur kata.
“Jadi sekali lagi saya mohon maaf kalau out of spoken. Kita akan tetap membangun negeri ini,” ujarnya.
Terakhir, Alexander Marwata yang akan duduk di KPK periode mendatang mengatakan bahwa, dirinya diberikan tugas untuk melanjutkan apa yang sudah baik dan memperbaiki apa yang menjadi kekurangan di KPK ini.
“Harapan kami ke depan bapak-bapak masih tetap mendukung KPK, dan kami yakin kordinasi dengan aparat penegak gukum yang lain, itu harapan bapak-bapak kepada KPK ketika tugas KPK itu adalah memperkuat kepolisian dan juga kelembagaan lainnya,” harapnya.
Menurut Alex, upaya pencegahan sebagaimana program pemerintah lewat strategi nasional pencegahan korupsi itu juga jadi fokus KPK periode selanjutnya, dan tanpa mengurangi upaya penindakan.
“Kalau dicegah tidak bisa diperbaiki ya apa boleh buat, penindakan tentu saja kami lakukan,” tandasnya.
Kemudian, RDP diakhiri dengan penyerahan buku catatan Komisi III sebagai kenang-kenangan terhadap Komisioner KPK periode 2015-2019 kemudian, melakukan foto bersama.
(kri)