Rencana Pembentukan KKR Harus Segera Direalisasikan

Minggu, 17 November 2019 - 14:20 WIB
Rencana Pembentukan...
Rencana Pembentukan KKR Harus Segera Direalisasikan
A A A
JAKARTA - Rencana Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membentuk Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) guna menuntaskan berbagai masalah HAM di dalam negeri didukung oleh politisi Senayan, salah satunya dari Fraksi Partai Nasdem.

Anggota Komisi III DPR Taufik Basari meminta agar pembentukan KKR di Tanah Air harus dilakukan segera agar berbagai kasus HAM bisa dituntaskan dan tidak menjadi beban negara.

“Sangat amat mendukung penuh upaya pemerintah bentuk kembali KKR melalui Undang-Undang KKR, karena itu salah satu solusi untuk memecah kebuntuan yang selama ini terjadi dalam upaya tuntaskan pelanggaran HAM masa lalu, kita sadar pelanggaran HAM masa lalu merupakan kewajiban negara yang tidak boleh ditinggalkan,” kata pria yang akrab disapa Tobas saat dihubungi wartawan di Jakarta, Minggu (17/11/2019).

Menurut Tobas, begitu kasus-kasus HAM itu menggantung dan tidak selesai, maka negara punya masalah dalam hal impunitas yaitu, keadaan di mana kejahatan besar dan serius yang terjadi di masa lalu menimbulkan kewajiban negara untuk menuntaskan dan mengungkapkan kebenarannya, serta untuk memberikan hak-hak kepada korban, itu tidak mampu dilaksanakan. “Entah itu karena unwilling atau unable, tidak ada kemauan atau tidak punya kemampuan,” ujarnya.

Tobas menuturkan, pihaknya tidak ingin Indonesia tercatat dalam sejarah sebagai bangsa yang tidak memiliki kemampuan untuk menuntaskan kejahatan di masa lalu ataupun tidak punya kemauan untuk selesaikan kasus HAM masa lalu. “Karena itu, semua komponen bangsa berpikir gimana solusinya,” imbuh Tobas.

Namun demikian, Ketua DPP Partai Nasdem ini menyadari ada waktu yang panjang antara kejadian dengan peralihan rezim yang sudah berkali-kali, serta banyah hal yang menghambat proses pembuktian ketika masalah ini dipaksakan dibawa ke pengadilan.

Karena itu menjadi salah satu alternatif dari proses pengadilan ataupun yang sifatnya saling melengkapi antara proses peradilan HAM dan pengungkapan kebenaran dengan KKR.

“Ini harus segera dilakukan karena semakin ulur waktu lagi maka semakin banyak korban yang mungkin sudah tiada, tanpa mendapatkan haknya. sudah makin banyak bukti yang dikumpulkan tapi mungkin sudah ilang. Karena itu harus secepat mungkin kita bentuk KKR,” desaknya.
(cip)
Berita Terkait
Reaksi M Nasir kepada...
Reaksi M Nasir kepada Salah Satu Direktur BUMN Dinilai Tak Tepat
Peneliti SMRC Nilai...
Peneliti SMRC Nilai Sikap M Nasir Coreng Citra Demokrat di Pilkada
Ibas: Belum Ada Tanda-tanda...
Ibas: Belum Ada Tanda-tanda Corona Berakhir, Harus Ada Strategi Jitu
Lewat Sebuah Buku, Desmond...
Lewat Sebuah Buku, Desmond Mahesa Ungkap Seluk-Beluk tentang DPR
RUU Cipta Kerja Dikebut,...
RUU Cipta Kerja Dikebut, Demokrat Curiga Banyak Kepentingan Gelap
Sambangi Ruang Fraksi...
Sambangi Ruang Fraksi Demokrat DPR, AHY Ungkap Kopi Kesukaannya
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Ini Alasan Mengapa Tanaman...
Ini Alasan Mengapa Tanaman Ganja Harus Ditanam di Ketinggian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved