Teror Bom Marak, NU Sarankan Kabareskrim Baru Pahami Dinamika Keumatan

Kamis, 14 November 2019 - 08:07 WIB
Teror Bom Marak, NU...
Teror Bom Marak, NU Sarankan Kabareskrim Baru Pahami Dinamika Keumatan
A A A
JAKARTA - Aksi bom bunuh diri yang terjadi di Mapolresta Medan, Sumater Utara kemarin menjadi pekerjaan rumah (PR) baru bagi Kepolisian RI, khususnya kepada calon Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri yang baru.

Aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU), Husny Mubaroq Amir menyarankan agar nantinya calon Kabareskrim memahami dinamika keumatan.

"Ini menjadi penting, sebagi contoh teror bom Medan yang baru saja terjadi, saya yakin seperti halnya kejadian yang sebelumnya, sel-selnya masih banyak bergentayangan," ungkap Husni kepada SINDOnews, Kamis (14/11/2019).

Husni menjelaskan, berbagai paham aliran pemikiran tumbuh dan berdiaspora. Hal tersebut menjadi arus baru yang sulit dicegah. Maka, sudah barang tentu tugas kepolisian untuk mencegah dan memfilter aliran-aliran yang dianggap membahayakan umat.

"Sebagai tugas untuk membantu Kapolri dalam hal pencegahan dan memberantas aliran radikalisme, mengingat terorisme juga masuk pada kategori extra ordinary crime, tentu Kabareskrim harus paham dinamika di tengah masyarakat khususnya terkait polarisasi dan intoleransi, juga terkait sensitivitas antara mayoritas dan minoritas," jelasnya.

Selain itu, Wakil Sekretaris PWNU DKI Jakarta ini berharap, ke depan Kabareskrim harus lebih aktif dan berupaya merangkul semua elemen bangsa guna menanggulangi masalah radikalisme ini.

"Tentunya, Kabareskrim harus dekat dengan ulama, semakin aktif mengajak dialog seluruh ormas Islam terutama ormas Islam yang selama ini turut serta berjuang membasmi ideologi radikal tersebut," katanya.

Sebelumnya, bom bunuh diri meledak di Polrestabes Medan, Rabu pagi tadi. Ledakan itu mengakibatkan enam orang terluka. Mereka terdiri atas empat anggota Polri, satu pegawai harian lepas (PHL), dan satu warga sipil.

Dari keterangan Polisi, satu orang dinyatakan tewas secara mengenaskan yang diketahui sebagai pelaku teror, dan satu pelaku dalam pengejaran aparat kepolisian sebagaimana diungkapkan Menkopolhukam, Mahfud MD.
(cip)
Berita Terkait
Pendanaan Terorisme...
Pendanaan Terorisme Kian Canggih, Berubah Seiring Perkembangan Teknologi
Gelar Doa 19 Tahun Peristiwa...
Gelar Doa 19 Tahun Peristiwa Bom Bali, Kepala BNPT: Terorisme Musuh Bersama
Mendekap Para Korban...
Mendekap Para Korban Terorisme Seutuhnya
6 Teror Bom di Indonesia...
6 Teror Bom di Indonesia Paling Menyita Perhatian Internasional
BNPT Beberkan 5 Langkah...
BNPT Beberkan 5 Langkah Memutus Pendanaan Teror Berkedok Lembaga Amal
LPSK Berikan Kompensasi...
LPSK Berikan Kompensasi Rp6,1 Miliar untuk 43 Korban Terorisme Poso, Bom Bali I, dan II
Berita Terkini
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved