DPR Sebut Evaluasi Pilkada Langsung Harus Melihat Segala Aspek

Minggu, 10 November 2019 - 22:16 WIB
DPR Sebut Evaluasi Pilkada...
DPR Sebut Evaluasi Pilkada Langsung Harus Melihat Segala Aspek
A A A
JAKARTA - Komisi II DPR dapat memahami jika muncul keinginan untuk melakukan evaluasi terhadap pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung sebagaimana yang dilontarkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

(Baca juga: Masalah Sistem Pilkada, Gerindra Masih Tunggu Hasil Survei)


Meskipun banyak ditemukan hal negatif dalam pelaksanaan pilkada langsung, pihaknya tidak ingin terburu-buru mengubah sistem pilkada. Sehingga, Komisi II DPR ingin agar evaluasi pilkada langsung ini dilakukan secara menyeluruh.

"Saya kira kita semua sepakat untuk terus melakukan penyempurnaan sistem politik dan demokrasi kita di Indonesia. Kita menginginkan demokrasi kita berjalan bukan hanya memenuhi aspek prosedural saja, namun juga harus terimplementasi secara substansial," kata Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Minggu (10/11/2019).

(Baca juga: Kemendagri Gagas Sistem Pilkada Asimetris)

Karena itu Doli melanjutkan, sistem Pemilu, pelembagaan politik, partai politik, dan juga pemerintahan harus dilakukan evaluasi dalam konteks penyempurnaan sistem politik dan demokrasi Indonesia.

Terkait Pilkada menurut Doli, pihaknya berpandangan bahwa Pilkada juga harus evaluasi secara serius. Harus diakui bahwa pelaksanaan pilkada langsung ini tidak membuahkan pemerintahan daerah yang baik, dan beragam persoalan lainnya.

"Memang saat ini ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa pelaksanaan Pilkada saat ini tidak berkorelasi dengan jalannya pemerintahan daerah secara baik," papar Politikus Partai Golkar itu.

Namun Doli menegaskan, pihaknya juga enggan mengambil kesimpulan terburu-buru untuk mengubah sistem Pilkada yang langsung dipilih oleh rakyat. Untuk itu, DPR dan pemerintah akan mengkaji secara mendalam.

"Namun kita tidak boleh mengambil kesimpulan terburu-buru dan kemudian memutuskan sistem Pilkada langsung akan diganti. Kita harus mengkajinya dari segala aspek," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Amanah UU, Badan Peradilan...
Amanah UU, Badan Peradilan Khusus Pilkada Harus Segera Dibentuk
DPR Tagih Janji Pemerintah...
DPR Tagih Janji Pemerintah Soal Tambahan Anggaran Pilkada
Sumbar Butuh Anggota...
Sumbar Butuh Anggota DPR Ini di Pemerintahan untuk Majukan Pembangunan
DPR Pastikan Dukungan...
DPR Pastikan Dukungan Regulasi dan Anggaran Pilkada
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved