PDIP Nilai Kritik Mendagri Soal Sistem Pemilu Langsung Perkuat Demokrasi

Jum'at, 08 November 2019 - 08:53 WIB
PDIP Nilai Kritik Mendagri...
PDIP Nilai Kritik Mendagri Soal Sistem Pemilu Langsung Perkuat Demokrasi
A A A
JAKARTA - PDIP menanggapi positif gagasan Mendagri Tito Karnavian untuk melalukan evaluasi terhadap pelaksanaan sistem pemilu langsung yang menyebabkan tingginya biaya pemilu, korupsi, dan 'ketegangan politik' akibat demokrasi bercita rasa liberal kapitalistik yang selama ini diterapkan di Indonesia.

"Sistem politik, sistem kepartaian, dan sistem pemilu harus senafas dengan demokrasi Pancasila yang mengandung elemen pokok perwakilan, gotong royong, dan musyawarah," ujar Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, Jumat (8/11/2019).

Hasto menuturkan dalam demokrasi Pancasila, hikmat kebijaksanaan untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara dikedepankan. Menurutnya, Pemilu langsung selama ini selain berbiaya mahal, memunculkan oligarki baru, kaum pemegang modal dan yang memiliki akses media yang luas, serta mereka yang mampu melakukan mobilisasi sumber dayalah yang berpeluang terpilih.

"Demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat tereduksi menjadi demokrasi kekuatan kapital. Dalam perspektif inilah kritik Mendagri terasa begitu relevan," jelasnya.

Dalam hal ini, lanjut Hasto, PDIP telah melakukan praktik politik guna menyempurnakan demokrasi Pancasila di internal partai, yang menempatkan merit system melalui psikotest, test tertulis dan wawancara di dalam pemilihan pimpinan Partai di tingkat provinsi dan kabupaten kota. Kami terapkan musyawarah tanpa voting dan dipimpin oleh ideologi Pancasila.

"Hasilnya, kualitas kepemimpinan partai di semua tingkatan meningkat, berbiaya sangat murah, dan minim konflik. PDI Perjuangan menegaskan sebagai Partai dengan biaya paling kompetitif dan efektif di dalam melakukan konsolidasi struktural partai," papar dia.

Ditambahkan Hasto, Indonesia adalah bangsa besar dengan corak dan tradisi demokrasi Pancasila yang sesuai dengan kepribadian bangsa.
(kri)
Berita Terkait
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
HUT PDIP ke-48, Megawati...
HUT PDIP ke-48, Megawati Ingatkan Kader untuk Bergerak Dalam Satu Barisan
Megawati Beberkan Makna...
Megawati Beberkan Makna Tema HUT PDIP ke-48 'Mewujudkan Indonesia Berkepribadian dalam Kebudayaan'
Jokowi ke Luar Negeri...
Jokowi ke Luar Negeri saat HUT ke-51 PDIP Kebetulan atau Tidak? Hasto: Istana yang Jawab
Effendi Simbolon Pertanyakan...
Effendi Simbolon Pertanyakan Penggunaan Perpres dalam Pengadaan Alpalhankam
Berita Terkini
Hakim Kabulkan Sebagian...
Hakim Kabulkan Sebagian Gugatan Praperadilannya, Roy Suryo: Babak Baru Hukum Indonesia
Dari Sosialisme Islam...
Dari Sosialisme Islam menuju Negara Kesejahteraan: Agenda Kerakyatan SEMMI untuk Indonesia
Rencana Kejagung Jerat...
Rencana Kejagung Jerat Nadiem Makarim dengan TPPU Diapresiasi Pakar Hukum
Indonesia-India Sepakati...
Indonesia-India Sepakati 15 Kerja Sama, Restorasi Candi Prambanan hingga Rudal BrahMos
Ini Pertimbangan Hakim...
Ini Pertimbangan Hakim Kabulkan Sebagian Praperadilan Roy Suryo
Jokowi Beberkan Isi...
Jokowi Beberkan Isi Obrolannya dengan JK ketika Bertemu di HUT Bhayangkara
Infografis
Anggap Zelensky Tidak...
Anggap Zelensky Tidak Populer, Trump Dukung Pemilu di Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved