Komnas HAM Nilai Polri Butuh Sosok Kabareskrim Mumpuni, Ini Alasannya
Rabu, 06 November 2019 - 11:37 WIB
Komnas HAM Nilai Polri Butuh Sosok Kabareskrim Mumpuni, Ini Alasannya
A
A
A
JAKARTA - Jenderal Polisi Idham Azis resmi dilantik menjadi Kapolri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Maka secara otomatis Idham harus menunjuk Perwira Tinggi Polri untuk menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri karena mengalami kekosongan usai dirinya dilantik.
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam menilai pemilihan Kabareskrim jadi sangat penting bagi Kapolri baru. Menurutnya ada dua hal penting yang patut diperhitungkan, pertama prestasi Kabareskrim juga akan menjadi catatan baik bagi kepolisian secara keseluruhan di mata masyarakat.
"Karena reskrim yang berhadapan langsung dengan masyarakat, khususnya pencari keadilan. Reskrim akan menjadi wajah sehari-hari institusi kepolisian di mata masyarakat," ujar Choirul saat kepada SINDOnews, Rabu (6/11/2019).
"Kedua, banyak pekerjaan penegakan hukum yang berubah paradigma, pendekatan dan metode kerja, seiring perubahan dan dinamika hukum yang berkembang," tuturnya.
Atas kedua hal tersebut, lanjut Choirul, dibutuhkan sosok Kabareskrim yang mumpuni. Sosok yang bisa mengkonsolidasikan internal dengan baik termasuk berkomunikasi baik dengan masyarakat dan berbagai tokoh tanpa ada beban atau sekat apapun.
"Ini penting untuk memastikan seluruh pekerjaan reskrim maksimal. Dalam konteks ini sosok senior lebih baik karena jam terbang konsolidasi dan komunikasi nya teruji," jelasnya.
Menurut Choirul sosok calon Kabareskrim juga harus memiliki background intelektualitas yang baik, berpikir terbuka akan perubahan dan dinamika hukum. Penyesuaian perspektif, pendekatan dan metode kerja karena adanya perubahan dan dinamika hukum membutuhkan sosok intelektual yang dapat menangkap perubahan itu dan menerapkannya dengan baik.
"Perubahan dinamika ini juga membutuhkan sosok yang mengerti bagaimana perencanan kelembagaan institusi kepolisian. Background pengetahuan terkait desain tata kelola dan arah perencanaan jadi nilai plus bagi sosok calon Kabareskrim. Kesinambungan perencanaan strategis intitusi dan penguasaan materi perencaan akan memastikan bangunan kepolisian ke depan sesuai yang direncanakan," terangnya.
Terakhir, sosok yang cocok bagi calon Kabareskrim juga penting dilihat pengalaman ditempa oleh berbagai kondisi yang "high profile", baik terkait situasi keamanan, kasus, maupun kebijakan.
"Semoga dengan calon Kabareskrim baru yang mumpuni ada perbaikan penegakan hukum di Indonesia," tandasnya.
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam menilai pemilihan Kabareskrim jadi sangat penting bagi Kapolri baru. Menurutnya ada dua hal penting yang patut diperhitungkan, pertama prestasi Kabareskrim juga akan menjadi catatan baik bagi kepolisian secara keseluruhan di mata masyarakat.
"Karena reskrim yang berhadapan langsung dengan masyarakat, khususnya pencari keadilan. Reskrim akan menjadi wajah sehari-hari institusi kepolisian di mata masyarakat," ujar Choirul saat kepada SINDOnews, Rabu (6/11/2019).
"Kedua, banyak pekerjaan penegakan hukum yang berubah paradigma, pendekatan dan metode kerja, seiring perubahan dan dinamika hukum yang berkembang," tuturnya.
Atas kedua hal tersebut, lanjut Choirul, dibutuhkan sosok Kabareskrim yang mumpuni. Sosok yang bisa mengkonsolidasikan internal dengan baik termasuk berkomunikasi baik dengan masyarakat dan berbagai tokoh tanpa ada beban atau sekat apapun.
"Ini penting untuk memastikan seluruh pekerjaan reskrim maksimal. Dalam konteks ini sosok senior lebih baik karena jam terbang konsolidasi dan komunikasi nya teruji," jelasnya.
Menurut Choirul sosok calon Kabareskrim juga harus memiliki background intelektualitas yang baik, berpikir terbuka akan perubahan dan dinamika hukum. Penyesuaian perspektif, pendekatan dan metode kerja karena adanya perubahan dan dinamika hukum membutuhkan sosok intelektual yang dapat menangkap perubahan itu dan menerapkannya dengan baik.
"Perubahan dinamika ini juga membutuhkan sosok yang mengerti bagaimana perencanan kelembagaan institusi kepolisian. Background pengetahuan terkait desain tata kelola dan arah perencanaan jadi nilai plus bagi sosok calon Kabareskrim. Kesinambungan perencanaan strategis intitusi dan penguasaan materi perencaan akan memastikan bangunan kepolisian ke depan sesuai yang direncanakan," terangnya.
Terakhir, sosok yang cocok bagi calon Kabareskrim juga penting dilihat pengalaman ditempa oleh berbagai kondisi yang "high profile", baik terkait situasi keamanan, kasus, maupun kebijakan.
"Semoga dengan calon Kabareskrim baru yang mumpuni ada perbaikan penegakan hukum di Indonesia," tandasnya.
(kri)