DPR Minta Bulog Diberi Wewenang Pengadaan hingga Distribusi Beras

Rabu, 06 November 2019 - 05:36 WIB
DPR Minta Bulog Diberi...
DPR Minta Bulog Diberi Wewenang Pengadaan hingga Distribusi Beras
A A A
JAKARTA - DPR menilai perlunya keberanian kebijakan yang mesti diambil untuk menyelamatkan Bulog . Hal ini seiring kondisi Perum Bulog sebagai penyangga stok beras nasional yang kondisinya hampir kolaps.

Dalam Rapat Komisi IV dengan Bulog, Selasa (5/11/2019), DPR menyatakan perlunya langkah jangka pendek agar beras yang ada di Bulog tersalurkan dan pembelian gabah hasil panen berjalan. Karena itu, Bulog semestinya diberi peran untuk pengadaan dan penyaluran beras untuk warga miskin dalam bentuk program bantuan pangan nontunai. (Baca juga: Inovasi Bulog, Buwas Akan Merilis Beras Sehat dan Murah)

“Bulog siap menyampaikan beras itu, sampai ke rumah warga tak mampu. Lalu ada tunjangan pangan yang diterima oleh ASN, TNI dan Polri dalam bentuk beras. Bulog mesti diberikan peran untuk pengadaan sampai distribusinya,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi.

Dengan demikian, stok beras di gudang Bulog tersalurkan dan bisa menjamin kualitas beras yang bagus. Adapun dalam jangka panjang Bulog secara kelembagaan harus berganti menjadi Badan Ketahanan Pangan Nasional.

“Fokus badan bertugas untuk pengadaan stok pangan nasional untuk penyediaan bahan pangan, menjaga stabilitas harga pangan secara nasional,” ujarnya. (Baca juga: DPR Dukung Beras Bansos Pangan Kembali ke Bulog)

Jika sudah berbentuk badan, maka lembaga ini juga bisa ditugaskan melakukan analisa perlu atau tidaknya impor pangan. Oleh karena itu, levelnya harus setingkat menteri dan tanggungjawab ke presiden langsung. “Dengan demikian badan ini akan kuat dan strategis,” tandas Dedi.

Sementara itu, Dirut Bulog Budi Waseso menyebut beban utang Bulog saat ini memang relatif tinggi. Stok beras 900.000 ton dari impor pun terancam tak bisa dimanfaatkan.

“Semua itu menjadi beban Bulog. Bahkan, ada 20.000 ton beras sudah dikarantina karena rusak parah dan membahayakan untuk dikonsumasi,” kata Budi.

Bulog juga terancam rugi cukup besar dengan kondisi ini. Stok beras di gudang Bulog saat ini sudah mencapai 2,2 juta ton. Namun Bulog tak bisa menyalurkan beras tersebut tanpa perintah dari pemerintah.

Menurut Budi Waseso idealnya beras itu disalurkan, sehingga saat musim panen Maret 2020,Bulog bisa menyerap.

“Selain itu agar ada dana yang bisa dimanfaatkan untuk cicil utang. Saat ini utang Bulog sebesar Rp28 triliun, dengan bunga setiap hari Rp9 miliar. Kondisi ini membuat Bulog dalam kondisi berat,” paparnya.
(shf)
Berita Terkait
Demi Ketahanan Pangan,...
Demi Ketahanan Pangan, Wakil Ketua DPR Minta Pemerintah Lakukan Ini
DPR RI-Perhutani Dorong...
DPR RI-Perhutani Dorong Perhutanan Sosial untuk Wujudkan Ketahanan Pangan
Gus Nabil: Jangan Ada...
Gus Nabil: Jangan Ada Lagi Mafia Alat Kesehatan!
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved