Menko Polhukam Ajak Masyarakat Ikut Tangkal Radikalisme

Senin, 28 Oktober 2019 - 08:56 WIB
Menko Polhukam Ajak...
Menko Polhukam Ajak Masyarakat Ikut Tangkal Radikalisme
A A A
PONTIANAK - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta agar masyarakat ikut mencegah penyebaran paham radikal di lingkungannya. Menurut dia, bahaya laten paham radikal jika terus dibiarkan akan sangat mudah merusak persatuan dan kesatuan bangsa ini sehingga paham-paham radikal tersebut sudah seharusnya harus dicegah sedini mungkin.

“Mulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar kita, cegah masuknya paham radikal yang dapat merusak persatuan negara ini,” ucap Mahfud di sela kegiatan Jalan Sehat Nasional (JSN) Khatulistiwa Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Pontianak kemarin.

Sebagai masyarakat yang ingin Indonesia berkembang, maka harus bisa menjaga kemerdekaan yang sudah diraih dengan susah payah. “Kita harus bangga dengan kemerdekaan yang sudah diraih dan menjaganya dengan 10 modal dasar yang kita miliki untuk mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045 mendatang,” ungkap mantan ketua MK ini.

Mahfud mengatakan, untuk mewujudkan Indonesia Emas, maka seluruh elemen bangsa harus membangun rasa kebangsaan dan nasionalisme sehingga perlu ditanamkan kebanggaan pada diri sendiri karena Indonesia sudah merdeka dengan hasil perjuangan rakyatnya. “Pemilihan presiden sudah berakhir, sudah saatnya kita kembali mengejar berbagai ketertinggalan kita. Jangan terus berkutat dengan masalah yang tidak jelas,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Condro Kirono mengatakan, fakta yang harus diterima dan disadari bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk.

“Makanya kita harus terus merawat dan mengawal Pancasila, sebagaimana rekan-rekan yang di organisasi Pemuda Pancasila ini yang merupakan kepanjangan tangan dari kita semua,” ungkap Condor saat menghadiri Seminar Nasional Mubes X Ormas Pemuda Pancasila, di Hotel Sultan, Jakarta, kemarin.

Condro mengingatkan, bagi kehidupan masyarakat yang majemuk, toleransi merupakan satu prasyarat utama bagi setiap individu yang menghendaki kehidupan yang aman dan tenteram. Toleransi merupakan satu sikap yang mau memahami orang lain sehingga komunikasi dapat berlangsung secara baik dan tercipta keharmonisan dalam kelompok. “Itu harus jadi salah satu prinsip hidup dalam berbangsa dan bernegara,” katanya.

Condro pun mengimbau kader Pemuda Pancasila juga tahu bahwa saat ini Indonesia memiliki ancaman radikalisme dan terorisme pada era digital, yakni kejahatan cyber yang dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi. “Contohnya ujaran kebencian berlatar SARA, mendiskreditkan atau memfitnah pemerintah, penyebaran paham radikal dengan propaganda, hate speech, dan permusuhan kepada pihak tertentu,” ucapnya.
(don)
Berita Terkait
Usai Dilantik, Menko...
Usai Dilantik, Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Temui Mahfud MD
Djanedjri M Gaffar Diangkat...
Djanedjri M Gaffar Diangkat Jadi Deputi Kesbang Kemenko Polhukam
Masuk Kelompok Ahli...
Masuk Kelompok Ahli Saber Pungli, Zainal Arifin Mochtar Beberkan Tugasnya
Kemenko Polhukam Telusuri...
Kemenko Polhukam Telusuri Dugaan Mafia Tanah di Jakbar
Kemenko Polhukam Gelar...
Kemenko Polhukam Gelar Forum Penyamaan Persepsi RUU Kejaksaan
Kemenko Polhukam Apresiasi...
Kemenko Polhukam Apresiasi Kejagung Gelar Perkara Kasus Pinangki
Berita Terkini
4 Prajurit TNI Penyiraman...
4 Prajurit TNI Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Divonis 1,5-3 Tahun Penjara, 2 Dipecat
Banding, Ariyanto Bakri...
Banding, Ariyanto Bakri Tetap Dihukum 16 Tahun di Kasus Suap CPO dan Bayar Uang Pengganti Rp21 Miliar
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Lampung, Resmikan RSUD dan Buka Munas HIPMI
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Infografis
Tentara China Ikut Perang...
Tentara China Ikut Perang Bantu Rusia Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved